Keputusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-51410/PP/M.IXA/19/2014

Tinggalkan komentar

9 Februari 2018 oleh anggi pratiwi

Keputusan Pengadilan Pajak

RISALAH
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-51410/PP/M.IXA/19/2014
JENIS PAJAK
Bea Masuk
TAHUN PAJAK
2012
POKOK SENGKETA
bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap Penetapan Nilai Pabean, jenis barang berupa UM=24 kv, Narrow Design, Negara asal Germany, yang diberitahukan oleh Pemohon Banding dengan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) Nomor: 158664 tanggal 25 September 2012 Nilai Pabean sebesar total CIF EUR2,854.25, dan yang ditetapkan Terbanding menjadi Nilai Pabean sebesar total CIF EUR5,162.16,;
Menurut Terbanding
:
bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 16 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, pokoknya menyatakan bahwa Pejabat Bea dan Cukai dapat menetapkan nilai pabean barang impor untuk penghitungan bea masuk sebelurn penyerahan pernberitahuan pabean atau dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal pemberitahuan pabean, tarif atau nilai pabean yang dilakukan oleh pejabat atas PIB 158664 sudah sesuai ketentuan yakni tanggal PIB;
Menurut Pemohon
:
bahwa harga tidak dapat diidentikkan dengan data impor dari PT Siemens Indonesia PIB No. 116882 tanggal 13 Juli 2012;

Menurut Majelis
:
bahwa sesuai Keputusan Terbanding Nomor: KEP-1186/WBC.06/2012 tanggal 29 November 2012, berdasarkan penelitian terhadap dokumen impor serta penelitian terhadap kewajaran nilai pabean yang diberitahukan dalam PIB Nomor: 158664 tanggal 25 September 2012 berupa UM=24 kv, Narrow Design tidak dapat diyakini kebenarannya sebagai nilai transaksi yang sebenarnya dan tidak dapat diterima sebagai nilai pabean, sehingga Terbanding menetapkan nilai pabean berdasarkan metode pengulangan (fallback) dengan menggunakan nilai transaksi barang identik yang diterapkan secara fleksibel berdasarkan PIB Nornor: 116882 tanggal 13 Juli 2012 atas nama PT Siemens Indonesia menjadi sebesar CIF EUR5,162.16;
bahwa sesuai Pasal 15 ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 menyebutkan nilai pabean untuk penghitungan bea masuk adalah nilai transaksi dari barang yang bersangkutan;
bahwa sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 160/PMK.04/2010 tanggal 01 September 2010, penetapan nilai pabean berdasarkan nilai transaksi barang impor menempati hirarki pertama dari ke 6 metode yang digunakan untuk menetapkan nilai pabean;
bahwa sesuai Pasal 7 Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 160/PMK.04/2010 tanggal 01 September 2010 dinyatakan “Nilai transaksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dapat diterima sebagai nilai pabean sepanjang memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  1. tidak terdapat pembatasan-pembatasan atas pemanfaatan atau pemakaian barang impor selain pembatasan-pembatasan yang:
    1. diberlakukan atau diharuskan oleh peraturan Perundang-undangan yang berlaku di dalam Daerah Pabean;
    2. membatasi wilayah geografis tempat penjualan kembali barang yang bersangkutan;
    3. tidak mempengaruhi nilai barang secara substansial;
  2. tidak terdapat persyaratan atau pertimbangan yang diberlakukan terhadap transaksi atau nilai barang impor yang mengakibatkan nilai barang impor yang bersangkutan tidak dapat ditentukan nilai pabeannya;
  3. tidak terdapat proceeds sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) huruf d yang harus diserahkan oleh pembeli kepada penjual, kecuali proceeds tersebut dapat ditambahkan pada harga yang sebenarnya dibayar atau yang seharusnya dibayar; dan
  4. tidak terdapat hubungan antara penjual dan pembeli sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 3, yang mempengaruhi harga barang;
bahwa sesuai Pasal 8 Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 160/PMK.04/2010 tanggal 01 September 2010, nilai transaksi barang impor tidak dapat digunakan untuk menetapkan nilai pabean apabila:
  1. barang impor bukan merupakan subyek suatu penjualan untuk diekspor ke Daerah Pabean;
  2. nilai transaksi tidak memenuhi persyaratan untuk diterima dan ditetapkan sebagai nilai pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7;
  3. penambahan atau pengurangan yang harus dilakukan terhadap harga yang sebenarnya atau seharusnya dibayar tidak didukung oleh data yang obyektif dan terukur, dan/atau;
  4. pejabat Bea dan Cukai mempunyai alasan berdasarkan data yang obyektif dan terukur untuk meragukan kebenaran atau keakuratan pemberitahuan nilai transaksi.
bahwa Terbanding menjelaskan alasan mengapa nilai transaksi barang impor tidak dapat digunakan sebagai nilai pabean dengan mengacu pada Pasal 8 huruf (d) nilai transaksi barang tersebut di atas;
bahwa Terbanding menetapkan nilai pabean atas PIB Nomor: 158664 tanggal 25 September 2012 dengan menggunakan metode pengulangan (fallback) dengan menggunakan nilai transaksi barang identik yang diterapkan secara fleksibel berdasarkan PIB Nornor: 116882 tanggal 13 Juli 2012 atas nama PT Siemens Indonesia, namun berdasarkan pemeriksaan Majelis terhadap data pendukung PIB Pembanding, Majelis berpendapat bahwa Terbanding tidak melakukan penyesuaian tingkat perdagangan atau jumlah pembelian terlebih dahulu berdasarkan data yang obyektif dan terukur berupa price list;
bahwa alasan Pemohon Banding mengajukan banding karena perbedaan antara harga beli Pemohon Banding ke prinsipal RITZ Instrument transformer GmbH dan harga jual Pemohon Banding ke CV Hilma Prakarsa Utama adalah wajar setelah ditambah overhead.
Pemohon Banding tidak setuju dengan penetapan Keputusan Terbanding Nomor: KEP1186/WBC.06/2012 dan nilai pabean menurut Pemohon Banding adalah sesuai dengan invoice dari RITZ Instrument transformer GmbH sebesar EUR2,328 dengan lampiran bukti-bukti yang ada;
bahwa dalam persidangan Majelis meminta Terbanding dan Pemohon Banding menyampaikan dokumen pendukung nilai transaksi;
bahwa memenuhi permintaan Majelis, Terbanding menyerahkan fotokopi bukti/dokumen berupa:
T.1. Risalah Penetapan Nilai Pabean untuk PIB Nomor: 158664 tanggal 25 September 2012;
T.2. Database Harga print tanggal 09 Oktober 2012;
T.3. Database PIB Pembanding/Penetapan;
T.4. Lembar Penelitian dan Penetapan Nilai Pabean (LPPNP) Nomor: 002460/WBC.06/KPP.MP.0100/2012;
T.5. PIB Pembanding:
T.5.1.PIB Nomor Aju.: 000000-000331-20120711-004568 tanggal 12 Juli 2012 sebesar CIF EUR2,581.10;
T.5.2.House Air Waybill Nomor: FRA0007958 tanggal 07 Juli 2012;
T.5.3.Air Waybill Nomor: 176-69236753 tanggal 07 Juli 2012;
T.5.4.Invoice Nomor: 20022830/A tanggal 04 Juli 2012 sebesar EUR2,235.00;
T.5.5.Tax Invoice SCGK0082351 Copy PPN #: 26882530 tanggal 11 Juli 2012 sebesar EUR333.25;
bahwa memenuhi permintaan Majelis, Pemohon Banding menyerahkan fotokopi bukti/ dokumen berupa:
P.1. Keputusan Terbanding Nomor: KEP-1186/WBC.06/2012 tanggal 29 November 2012;
P.2. Surat Keberatan Nomor: 087/GC/IX/12/SEP-NY tanggal 02 Oktober 2012;
P.3. Surat Penetapan Tarif dan/atau Nilai Pabean (SPTNP) Nomor: SPTNP- 009118/WBC.06/KPP.0103/NP/2012 tanggal 27 September 2012;
P.4. Surat Setoran, Pabean, Cukai, dan Pajak (SSPCP) tanggal 20 Desember 2012 sebesar Rp26.873.000,00 (Keputusan);
P.5. Bukti Penerimaan Negara Impor Bank Mandiri tanggal 20 Desember 2012 sebesar Rp26.873.000,00 (Keputusan);
P.6. Akta Notaris Nomor 15 tanggal 11 Agustus 2008 yang dibuat oleh Eddi Setiadi, SH, Notaris di Jakarta;
P.7. Bukti Penerimaan Jaminan Tunai Nomor: 001557/JT/KBR/2012 tanggal 05 Oktober 2012 sebesar Rp26.873.000,00 (Keputusan);
P.8. Harga dan Spesifikasi Barang Ritz Instrument Transformers;
P.9. Facsimile Transmittal Sheet Nomor Referensi: 445.QT/SEP/Nm.VIII/12_R1 tanggal 09 Agustus 2012;
P.10. Email tanggal 07 Agustus 2012 perihal Penempatan Pesanan Barang (PO);
P.11. Purchase Order Nomor: 2012/08/SEP/4008 tanggal 13 Agustus 2012;
P.12. Packing List Nomor: 20021902/A tanggal 19 September 2012;
P.13. Invoice Nomor: 20023286/A tanggal 19 September 2012 sebesar EUR2,328.00;
P.14. Invoice Nomor: 20023139/A tanggal 24 Agustus 2012 sebesar EUR1,380.00;
P.15. Pengesahan Akta Notaris Nomor 15 tanggal 11 Agustus 2008 oleh Menteri Hukum dan HAM Nomor: AHU-88118.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 20 November 2008;
P.16. Packing List Nomor: 20021747/A tanggal 24 Agustus 2012;
P.17. Surat To Whom it my concern tanggal 02 Oktober 2012 perihal Invoices 20023286 & 20023139;
P.18. Aplikasi setoran/transfer/kliring/inkaso Bank Mandiri Nomor: 1182 1182551 1182501 62 14 tanggal 02 Oktober 2012 sebesar Rp26.873.000,00;
P.19. Tanda Terima Setoran Pajak Bank BCA Nomor: 014.0108.93454 tanggal 25 September 2012 sebesar Rp8.620.000,00;
P.20. Surat Setoran, Pabean, Cukai, dan Pajak (SSPCP) tanggal 25 September 2012 sebesar Rp8.520.000,00 (PIB);
P.21. Bukti Penerimaan Negara Impor Bank BCA tanggal 25 September 2012 sebesar Rp8.520.000,00 (PIB);
P.22. Air Waybill Nomor: 217 6079 8382 tanggal 20 September 2012;
P.23. Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) Nomor: 166035/WBC.06/KPP.01/SPPB/2012 tanggal 08 Oktober 2012;
P.24. Delivery Order Nomor: SEP/12/X/0929 tanggal 12 Oktober 2012;
P.25. Invoice Nomor: SEP/12/X/0947 tanggal 12 Oktober 2012 sebesar Rp38.898.552,00;
P.26. Faktur Pajak Nomor: 010.000-12.00000947 tanggal 12 Oktober 2012;
P.27. Aplikasi Transfer Bank Permata No. Ref.: 6157548 tanggal 20 November 2012;
P.28. Rekening Giro Bank Permata Nomor Rekening: 701158814 periode bulan November 2012;
P.29. Surat No. Ref.: SPTNP-009118/WBC.06/KPP.0103/NP/2012 tanggal 10 Desember 2012 perihal Permohonan Penerbitan SSPCP atas Jaminan Tunai No.001557/JT/KBR/2012;
P.30. PIB Nomor: 158664 tanggal 25 September 2012 sebesar CIF EUR2,854.25;
P.31. Air Waybill Nomor: TEX-0107 1026 tanggal 20 September 2012;
bahwa hasil pemeriksaan atas dokumen impor dan bukti-bukti yang diserahkan PemohonBanding dalam persidangan adalah sebagai berikut:
bahwa Pemohon Banding dengan Purchase Order Nomor: 2012/08/SEP/4008 tanggal 13 Agustus 2012, mengajukan pembelian atas UM=24 kv, Narrow Design, kepada Ritzlocation Kirchaich, dengan perincian sebagai berikut:
111.PNG
bahwa Ritzlocation Kirchaich Selanjutnya menerbitkan Invoice Nomor: 20023286/A tanggal 19 September 2012 dengan rincian sebagai berikut:
112.PNG
bahwa Ritzlocation Kirchaich selanjutnya menerbitkan Packing List Nomor: A570 tanggal 18 Juni 2012, dengan rincian sebagai berikut:
113.PNG
bahwa Supplier selanjutnya melakukan pengiriman barang dengan Air Waybill Nomor: TEX-0107 1026 tanggal 20 September 2012 yang menerangkan hal-hal sebagai berikut:
Shipper : Ritzlocation Kirchaich
Consignees Name : PT XXX
Port of Loading : Munich
Port of Discharge : Cengkareng, Indonesia
Description : “UM=24 kv, Narrow Design
Gross Weight : 245.00 Kgs
bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis terhadap dokumen impor yang disampaikan Pemohon Banding, diketahui barang yang diimpor Pemohon Banding sesuai dengan Invoice Nomor: 20023286/A tanggal 19 September 2012 adalah UM=24 kv, Narrow Design dari Ritzlocation Kirchaich dengan total harga sebesar FOB EUR2,328.00;
bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis, barang impor tersebut diangkut melalui udara sesuai Air Waybill Nomor: TEX-0107 1026 tanggal 20 September 2012 dengan biaya freight sebesar EUR512.05;
bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis, Pemohon Banding tidak melampirkan bukti pembayaran asuransi dalam persidangan sehingga untuk perhitungan biaya asuransi harus dihitung berdasarkan Pasal 21 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 160/PMK.04/2010 tanggal 01 September 2010;
bahwa berdasarkan Pasal 21 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 160/PMK.04/2010 tanggal 01 September 2010 dinyatakan “Dalam hal biaya asuransi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) huruf g belum termasuk dalam nilai transaksi dan bukti nyata atau data yang objektif dan terukur mengenai besaran biaya asuransi tidak tersedia, maka besaran biaya asuransi yang digunakan dalam penentuan nilai pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 adalah 0,5% (nol koma lima persen) dari nilai Cost and Freight (CFR)”;
bahwa berdasarkan hal tersebut di atas, diperoleh biaya asuransi untuk perhitungan nilai pabean adalah sebesar 0,5% X (EUR2,328.00 + EUR512.05) = EUR14.20;
bahwa barang UM=24 kv, Narrow Design dari Ritzlocation Kirchaich dengan Air Waybill Nomor: TEX-0107 1026 tanggal 20 September 2012 dan Invoice Nomor: 20023286/A tanggal 19 September 2012 telah diberitahukan dalam PIB Nomor: 158664 tanggal 25 September 2012 dengan nilai pabean sebesar CIF EUR2,854.25 (EUR2,328.00 + EUR512.05 + EUR14.20);
bahwa nilai pabean atas impor barang UM=24 kv, Narrow Design dari Ritzlocation Kirchaich dengan PIB Nomor: 158664 tanggal 25 September 2012 telah ditetapkan oleh Terbanding menjadi sebesar CIF EUR5,162.16;
bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis terhadap dokumen impor Pemohon Banding, diketahui barang yang diimpor sesuai dengan PIB Nomor: 158664 tanggal 25 September 2012 adalah Impor UM=24 kv, Narrow Design dari Ritzlocation Kirchaich, dengan total harga CIF EUR2,854.25 sesuai dengan Purchase Order Nomor: 2012/08/SEP/4008 tanggal 13 Agustus 2012 dan Invoice Nomor: 20023286/A tanggal 19 September 2012;
bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis terhadap Aplikasi Transfer Permata Bank Cabang Hayam Wuruk tanggal 20 November 2012 sebesar Rp28.739.160 (EUR2,328.00 X Rp12.345,00) dan Rekening Koran bulan November 2012, Pemohon Banding mencatat pembayaran kepada Ritzlocation Kirchaich sebesar tersebut di atas, dengan demikian Majelis berpendapat Aplikasi Transfer Permata Bank Cabang Hayam Wuruk tanggal 20 November 2012 sebesar Rp28.739.160 di atas adalah untuk pembayaran Invoice Nomor: 20023286/A tanggal 19 September 2012;
MENIMBANG
bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, Majelis berpendapat bahwa harga barang impor berupa UM=24 kv, Narrow Design, Negara asal Germany, yang tercantum dalam Invoice Nomor: 20023286/A tanggal 19 September 2012 dan telah diberitahukan sebagai nilai pabean dalam PIB Nomor: 158664 tanggal 25 September 2012 sebesar CIF EUR2,854.25 adalah merupakan harga yang sebenarnya atau yang seharusnya dibayar Pemohon Banding. Oleh karenanya, Majelis berkesimpulan untuk mengabulkan seluruhnya permohonan banding Pemohon Banding. Dengan demikian, koreksi Terbanding atas nilai pabean tidak dapat dipertahankan, dan menetapkan nilai pabean atas impor barang UM=24 kv, Narrow Design sebesar CIF EUR2,854.25 sesuai PIB Nomor: 158664 tanggal 25 September 2012;
MENGINGAT
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perkara ini;
MEMUTUSKAN
Menyatakan
 mengabulkan seluruhnya permohonan banding Pemohon Banding terhadap Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: KEP-1186/WBC.06/2012 tanggal 29 November 2012 tentang Penetapan atas Keberatan PT XXX Terhadap Penetapan yang Dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai dalam SPTNP Nomor: SPTNP-009118/WBC.06/KPP.0103/NP/2012 tanggal 27 September 2012, atas nama PT XXX dan menetapkan nilai pabean atas barang impor UM=24 kv, Narrow Design, Negara asal Germany, yang diberitahukan dengan PIB Nomor: 158664 tanggal 25 September 2012 sebesar CIF EUR2,854.25, sehingga bea masuk, pajak dalam rangka impor dan denda administrasi yang masih harus dibayar adalah nihil;
Demikian diputus di Jakarta pada hari Selasa tanggal 03 Desember 2013 berdasarkan musyawarah Majelis IX Pengadilan Pajak dengan susunan Majelis Hakim dan Panitera Pengganti sebagai berikut:
Sudirman S., SH, MH sebagai Hakim Ketua,
Drs. Sunarto, MM sebagai Hakim Anggota,
Usman Pasaribu, S.Sos. sebagai Hakim Anggota,
Zulfenny E. N. Nerwan sebagai Panitera Pengganti,

dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari Selasa tanggal 18 Maret 2014 oleh Hakim Ketua dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota, Panitera Pengganti dan Pemohon Banding serta tidak dihadiri Terbanding:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Hubungi Kami :

Jika ada pertanyaan tentang pajak , silahkan :

Email ke :

info@indonesiantax.com

Whatsapp : 0852 8009 6200

%d blogger menyukai ini: