Keputusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-47843/PP/M.VI/15/2013

Tinggalkan komentar

21 Juni 2017 oleh kucinglucu

RISALAH
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-47843/PP/M.VI/15/2013
JENIS PAJAK
Pajak Penghasilan Badan
TAHUN PAJAK
2008
POKOK SENGKETA
bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap Pajak Penghasilan Badan sebesar US$.3.210.406,00
No.
Jenis Sengketa Objek Pajak Penghasilan Badan
Nilai Sengketa (US$)
1.
2.
3.
4.
Harga Pokok Penjualan
Biaya Operasional (amortisasi) Biaya Bunga
Biaya Lain/Pendapatan
1,156,000.00
1,945,000.00
79,655.00
29,751.00
Nilai sengketa terbukti sampai dengan Surat Uraian Banding
3,210,406.00
Koreksi Harga Pokok Penjualan sebesar US$.1,156.000.00
Menurut Terbanding :
bahwa pokok sengketa adalah biaya atau pembayaran jasa teknik sehubungan dengan manajemen (Technical Service related to Management) kepada Hyatt International Corporation (HIC) sebesar US$ 1.156.000,00 yang menurut pemeriksa dianggap sebagai pembayaran dividen;bahwa pokok sengketa adalah pembebanan amortisasi management agreement sebesar US$.1.945.000,00 yang menurut pemeriksa dikoreksi karena perolehan kontrak manajemen tidak memberikan manfaat untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan dari Pemohon Banding;

Menurut Pemohon :
bahwa tidak terdapat duplikasi antara jasa yang diserahkan oleh HIC dan jasa yang diserahkan oleh HPS, Kesamaan nama maupun deskripsi jasa yang diberikan tidak berarti bahwa jasa yang diberikan merupakan duplikasi karena pada kenyataannya terdapat perbedaan dalam tingkatan pemberian jasa dari masing-masing pihak;bahwa metode amortisasi yang Pemohon Banding gunakan telah sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku;

Menurut Majelis :
bahwa koreksi Terbanding atas harga pokok penjualan sebesar US$. 1,156,000.00 dikoreksi Terbanding karena terdapat pembayaran jasa teknik sehubungan dengan manajemen (technical service related to management) kepada Hyatt International Corporation yang dianggap sebagai dividen;bahwa Terbanding menyatakan pembayaran jasa teknik yang dibebankan oleh Pemohon Banding bukan merupakan pembayaran atas pemberian jasa berdasarkan prinsip kewajaran dan kelaziman usaha, sehingga tidak ada jasa yang dilakukan oleh Hyatt International Corporation, karena jasa yang diberikan oleh Hyatt International Corporation sama dengan jasa yang diberikan oleh Hotel Project System Pte Ltd, dan jasa yang diberikan tidak ada secara nyata, walaupun ada hal tersebut tergolong kepada stewardship activity sesuai paragraf 7.9. The Organization for Economic Co-operation and Development (OECD Transfer Pricing Guidelines) yaitu jasa tersebut tidak dapat dibebankan ke anak perusahaan oleh induknya karena jasa tersebut juga atas kepentingan induk perusahaan;

bahwa Pemohon Banding menyatakan tidak terdapat kesamaan jasa yang diberikan oleh Hyatt International Corporation dengan yang diberikan oleh Hotel Project System Pte Ltd karena terdapat perbedaan pada tingkatan pemberian jasa oleh masing-masing pihak, dan jasa yang diberikan oleh Hyatt International Corporation merupakan jasa yang memberikan manfaat kepada Pemohon Banding dan bukan merupakan pembebanan biaya dari pemegang saham;

bahwa dalam persidangan Terbanding menyerahkan data berupa Kertas Kerja Pemeriksaan;

bahwa dalam persidangan Pemohon Banding menyampaikan dokumen berupa :
1. Perjanjian Technical Service tgl 1 Januari 1999 antara PT HI dan HIC
2. Perubahan Perjanjian Technical Service tgl 1 Januari 2006 antara PT HI dan HIC
3. Perjanjian Sublicense tgl 1 Januari 1999 antara PT HI dan HIC
4. Perubahan Kedua Sublicense Agreement tgl 1 Januari 2006
5. Rekapitulasi atas invoice dan pembayaran jasa HIC
6. Invoice HIC untuk tagihan Januari 2008 : US$ 167.000
7. Invoice HIC untuk tagihan Februari 2008 : US$ 138.000
8. Invoice HIC untuk tagihan Maret 2008 : US$ 178.000
9. Invoice HIC untuk tagihan April 2008 : US$ 130.000
10. Invoice HIC untuk tagihan Mei 2008 : US$ 156.000
11. Invoice HIC untuk tagihan Juni 2008 : US$ 165.000
12. Invoice HIC untuk tagihan Juli 2008 : US$ 214.000
13. Invoice HIC untuk tagihan Agt 2008 : US$ 226.000
14. Invoice HIC untuk tagihan Sep 2008 : US$ 144.000
15. Invoice HIC untuk tagihan Okt 2008 : US$ 197.000
16. Invoice HIC untuk tagihan Nov 2008 : US$ 149.000
17. Invoice HIC untuk tagihan Des 2008 : US$ 132.000
18. Bank Advice tgl 27 Okt 08 atas pembayaran invoice HIC bulan Jan-Apr 2008 sebesar US$ 586.600
19. Bank Advice tgl 18 Des 08 atas pembayaran invoice HIC bulan Mei-Sep 2008 sebesar US$ 867.000
20. Bank Advice tgl 25 Feb 09 atas pembayaran invoice HIC bulan Okt-Des 2008 sebesar US$ 458.400
21. GL Tech Svc in Rel to Mgmt & Basic Management Fee
22. Contoh Jasa – Jasa HIC
23. Perjanjian Technical Service tgl 1 Oktober 1997 antara PT HI dan HPS
24. Invoice Service Fee untuk tagihan Jan 08 sebesar US$ 83.167,43
25. Invoice Overcharge Service Fee untuk tagihan Jan 08 sebesar US$ (227,23)
26. Invoice Service Fee untuk tagihan Feb 08 sebesar US$ 78.805,33
27. Invoice Service Fee untuk tagihan Mar 08 sebesar US$ 84.272,30
28. Invoice Service Fee untuk tagihan Apr 08 sebesar US$ 80.257,58
29. Invoice Service Fee untuk tagihan Mei 08 sebesar US$ 82.911,75
30. Invoice Service Fee untuk tagihan Juni 08 sebesar US$ 85.443,75
31. Invoice Service Fee untuk tagihan Juli 08 sebesar US$ 97.685,38
32. Invoice Service Fee untuk tagihan Agt 08 sebesar US$ 97.295,46
33. Invoice Service Fee untuk tagihan Sep 08 sebesar US$ 69.592,38
34. Invoice Service Fee untuk tagihan Okt 08 sebesar US$ 88.345,59
35. Invoice Service Fee untuk tagihan Nov 08 sebesar US$ 59.839,24
36. Invoice Service Fee untuk tagihan Des 08 sebesar US$ 56.273,02
37. Bank Advice tgl 27 Feb 08 atas pembayaran invoice HPS bulan Jan sebesar US$ 82.940,20
38. Bank Advice tgl 27 Mar 08 atas pembayaran invoice HPS bulan Feb sebesar US$ 74.805,33
39. Bank Advice tgl 23 Apr 08 atas pembayaran invoice HPS bulan Mar sebesar US$ 84.272,30
40. Bank Advice tgl 27 Mei 08 atas pembayaran invoice HPS bulan Apr sebesar US$ 80.257,58
41. Bank Advice tgl 18 Juni 08 atas pembayaran invoice HPS bulan Mei sebesar US$ 82.911,75
42. Bank Advice tgl 4 Agt 08 atas pembayaran invoice HPS bulan Juni sebesar US$ 85.443,75
43. Bank Advice tgl 15 Agt 08 atas pembayaran invoice HPS bulan Juli sebesar US$ 97.685,38
44. Bank Advice tgl 19 Sep 08 atas pembayaran invoice HPS bulan Agt sebesar US$ 97.295,46
45. Bank Advice tgl 27 Okt 08 atas pembayaran invoice HPS bulan Sep sebesar US$ 69.592,38
46. Bank Advice tgl 28 Nov 08 atas pembayaran invoice HPS bulan Okt sebesar US$ 88.345,59
47. Bank Advice tgl 18 Des 08 atas pembayaran invoice HPS bulan Nov sebesar US$ 59.839,24
48. Bank Advice tgl 29 Jan 08 atas pembayaran invoice HPS bulan Nov sebesar US$ 56.273,02
49. GL Technical Service dan rekapitulasi pembayaran HIC sebesar US$ 959.661,98
50. Contoh Jasa – Jasa HPS;

bahwa berdasarkan dokumen-dokumen perjanjian yang disampaikan oleh Pemohon Banding diketahui adanya perjanjian antara Pemohn Banding dengan Hyatt International Corporation (HIC) berupa Technical Service Agreement pada tanggal 1 Januari 1999 dan telah mengalami perubahan dengan second amendement to and to and restatement of service agreement pada tanggal 1 Januari 2006, diketahui bahwa Pemohon Banding harus membayar jasa teknik kepada Hyatt International Corporation sebesar 1,1% dari Gross Revenue;

bahwa selain ada perjanjian jasa teknik dengan Hyatt International Corporation, terdapat juga perjanjian jasa teknik dan konsultasi dengan Hotel Project System Pte Ltd (HPS), dan Marketing and Reservation Agreement dengan Hyatt International SEA Pte Ltd, Sigapore (HISEA);

bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis dalam persidangan serta penjelasan para pihak diketahui bahwa Hyatt International Corporation merupakan perusahaan yang menguasai 99% saham Pemohon Banding, dan demikian juga dengan Hotel Project System Pte Ltd dan Hyatt International SEA Pte Ltd, juga merupakan afiliasi dari Pemohon Banding;

bahwa dari dokumen-dokumen yang disampaikan tersebut terlihat adanya pembayaran yang dilakukan oleh Pemohon Banding kepada Hyatt International Corporation atas jasa yang telah disepakati di dalam perjanjian antara Pemohon Banding dengan Hyatt International Corporation;

bahwa atas jasa teknik yang dibebankan oleh HIC kepada Pemohon Banding sebagian besar juga dilakukan oleh HPS yaitu training, asuransi, business development, personnel, makanan dan minuman serta jasa yang berkaitan dengan operasional kamar hotel, sehingga terdapat duplikasi pembebanan jasa teknik kepada Pemohon Banding;

bahwa dalam jasa teknik yang dibebankan oleh HIC kepada Pemohon Banding, juga termasuk jasa pengembangan brand, image dan control, yaitu membuat strategi keseluruhan untuk brand dan positioning, membuat perincian pedoman khusus untuk hotel yang tertuang dalam Hyatt Brand Book, atas jasa tersebut dilakukan untuk kepentingan HIC sendiri sebagai induk perusahaan;

bahwa kepemilikan saham Pemohon Banding oleh HIC sebesar 99%, mengakibatkan Pemohon Banding ) tidak memiliki independensi dalam membuat perjanjian sehingga HIC dapat menentukan perjanjian dengan Pemohon Banding sesuai dengan kepentingannya;

bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 18 ayat (3) Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan menyatakan bahwa Direktur Jenderal Pajak berwenang untuk menentukan kembali besarnya penghasilan dan pengurangan serta menentukan utang sebagai modal untuk menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Wajib Pajak lainnya sesuai dengan kewajaran dan kelaziman usaha;

bahwa berdasarkan data dan fakta di atas Majelis berpendapat bahwa terdapat bukti-bukti pembayaran atas transaksi yang dilakukan oleh Pemohon Banding dengan Hyatt International Corporation berdasarkan tagihan yang diterbitkan oleh Hyatt International Corporation atas transaksi jasa yang telah disepakati dalam perjanjian yang dibuat antara Pemohon Banding dengan Hyatt International Corporation, namun jasa teknik yang diberikan HICmerupakan duplikasi jasa yang juga telah diberikan oleh HPS dan selain hal tersebut jasa teknik yang diberikan HIC merupakan jasa yang kepentingannya untuk HIC, sehingga pembayaran biaya jasa teknik oleh Pemohon Banding menjadi tidak wajar dan lazim dalam usaha, sehingga pembayaran atau biaya tersebut tidak dapat dibebankan sebagai pengurang penghasilan bruto;

bahwa dengan demikian Majelis berkesimpulan koreksi Terbanding atas harga pokok penjualan berupa jasa teknik sebesar US$.1,156,000.00 telah benar dan tetap dipertahankan;
Koreksi Biaya Operasional (amortisasi) sebesar US$.1,945,000.00

Menurut Terbanding :
bahwa pokok sengketa adalah pembebanan amortisasi management agreement sebesar US$.1.945.000,00 yang menurut pemeriksa dikoreksi karena perolehan kontrak manajemen tidak memberikan manfaat untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan dari Pemohon Banding;
Menurut Pemohon :
bahwa metode amortisasi yang Pemohon Banding gunakan telah sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku;
Menurut Majelis :
bahwa koreksi biaya operasional berupa amortisasi management contract sebesar US$.1,945,000.00 dikoreksi Terbanding karena biaya tersebut merupakan biaya amortisasi perolehan kontrak manajemen yang tidak memberikan manfaat untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan;bahwa Terbanding menyatakan transaksi pengalihan kontrak tidak memiliki substansi ekonomis hal ini berdasarkan fakta bahwa nilai tersebut merupakan agregat nilai sekarang dari penghasilan yang akan diperoleh BUT Hyatt International Asia Pacific Limited selama masa kontrak dengan hotel, sementara dalam kenyataannya sejak kontrak itu dibeli Pemohon Banding harus melakukan pembayaran imbalan jasa kepada affiliated parties, sehingga apabila biaya amortisasi tersebut dibebankan maka akan terjadi pembebanan ganda;

bahwa dari kepemilikan, pada saat pengalihan sesungguhnya tidak terjadi pengalihan karena Pemohon Banding dimiliki secara langsung 99,68% oleh Hyatt International Corporation dan 0,32% secara tidak langsung merupakan kepemilikan Hyatt International Service USA, sedangkan Hyatt International Asia Pacific Limited juga dimiliki secara langsung/tidak langsung oleh Hyatt International Corporation, sehingga secara substansi transaksi pengalihan tersebut tidak memiliki substansi ekonomis;

bahwa Pemohon Banding menyatakan pembelian hak pengelolaan jaringan hotel Pemohon Banding memiliki substansi transaksi yang jelas dan kewajaran transaksi tersebut telah dinilai oleh independent appraiser, metode amortiasi yang digunakan telah sesuai dengan ketentuan perpajakan dan pendapatan dari penjualan management agreement telah ditetapkan sebagai penghasilan kena pajak bagi BUT Hyatt International Asia Pacific Limited;

bahwa dalam persidangan Terbanding menyerahkan data berupa Kertas Kerja Pemeriksaan;

bahwa dalam persidangan Pemohon Banding menyampaikan dokumen berupa :
Appraisal Report Arthur Andersen: Valuation of Certain Management Contract of Hyatt International Asia Pacific Limited dated June 1996
Asset Transfer Agreement tgl 1 Oktober 1997 antara PT HI dan HIAPL
Rekening koran BOA tanggal per Sep 1997 atas penerimaan pinjaman dari HIC sebesar US$ 22.750.000 dan pembayaran Management Kontrak kepada HIAPL sebesar US$ 22.780.000
SKPKBT Pajak Penghasilan Badan No. 00001/306/97/053/01 tanggal 25 Januari 2001 untuk tahun pajak 1997 atas nama BUT Hyatt International Asia Pacific Limited
SSP atas pembayaran SKPKBT Pajak Penghasilan Badan No. 00001/306/97/053/01 sebesar Rp 45.856.139.800,00 atas nama BUT Hyatt International Asia Pacific Limited.
SKPKBT Pajak Penghasilan Pasal 26 No. 00001/304/97/053/01 tertanggal 25 Januari 2001 untuk tahun pajak 1997 atas nama BUT Hyatt International Asia Pacific Limited.
SSP atas pembayaran SKPKBT Pajak Penghasilan Pasal 26 No. 00001/304/97/053/01 sebesar Rp 21.399.532.040,00 atas nama BUT Hyatt International Asia Pacific Limited.
SKPKBT Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa No. 00007/307/97/053/01 tanggal 25 Januari 2001 untuk tahun pajak 1997 atas nama BUT Hyatt International Asia Pacific Limited.
SSP atas pembayaran SKPKBT Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa No. 00007/307/97/053/01 sebesar Rp 13.825.182.000,00 atas nama BUT Hyatt International Asia Pacific Limited.
bahwa selain menyampaikan data-data tersebut di atas, Pemohon Banding dalam persidangan juga menyampaikan penjelasan tertulis yaitu penjelasan tertulis Nomor : 12/10/12 tanggal 12 Oktober 2012 perihal penjelasan tambahan atas perbedaan antara PT Pemohon Banding dan BUT HIAPL dan pembelian Management dari BUT HIAPL dan penjelasan tertulis Nomor 05/11/12 tanggal 5 November 2012 perihal penjelasan tambahan mengenai transaksi penjualan-pembelian management agreement antara BUT HIAPL dan PT Pemohon Banding dalam kaitan dengan biaya amortisasi sebesar US$.1,945,000.00 dan biaya bunga pinjaman US$.79,655.00 dalam SKPLB PPh Badan tahun pajak 2008;

bahwa berdasarkan dokumen-dokumen yang disampaikan oleh Pemohon Banding dan Terbanding diketahui bahwa Pemohon Banding berdiri dari tahun 1997 sebagai respon atas adanya Surat Keputusan Direktur Jenderal Pariwisata Nomor KEP-06/K/VI/97 tanggal 13 Juni 1997 yang mengatur bahwa pemberian jasa manajemen kepada jaringan hotel di Indonesia harus melalui perseroan terbatas (PT);

bahwa pengelolaan dan pengoperasian manajemen jaringan hotel Hyatt di Indonesia sebelumnya (sampai dengan tahun 1997) dilakukan oleh BUT Hyatt International Corporation Indonesia, namun dengan adanya peraturan Direktur Jenderal Pariwisata tersebut maka terjadi pengalihan hak pengelolaan manajemen hotel Hyatt;

bahwa atas peralihan hak pengelolaan tersebut, dibuat perjanjian berupa “Asset Transfer Agreement” antara Pemohon Banding dengan Hyatt Internatioan Asia Pacific Ltd yang berkedudukan di Hongkong, Hyatt International Asia Pasicif Ltd merupakan pihak yang mempunyai 8 management agreement dengan pemilik hotel-hotel yang menggunakan merk Hyatt International;

bahwa berdasarkan Asset Transfer Agreement, Pemohon Banding harus membayar 8 management agreement kepada Hyatt International Asia Pacific Ltd sebesar US$.22,780,000.00, dengan sumber dana pembelian 8 management agreement tersebut adalah penyertaan dari Hyatt Internatinal Corporation (HIC) sebesar US$.6,280,000.00 dan pinjaman dari HIC sebesar US$.16,500,000.00;

bahwa biaya amortisasi yang dibebankan oleh Pemohon Banding adalah amortisasi atas biaya yang timbul sehubungan dengan pembelian 8 management agreement sebesar US$.22,780,000.00;

bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis dalam persidangan serta penjelasan para pihak diketahui bahwa Hyatt International Corporation merupakan perusahaan yang menguasai 99% saham Pemohon Banding, dan HIC juga merupakan pemegang saham Hyatt International Asia Pacific Ltd dengan jumlah kepemilikan sebesar 100%, sehingga transaksi yang dilakukan oleh Pemohon Banding dengan Hyatt International Asia Pacific Ltd serta transaksi dengan HIC merupakan transaksi yang mempunyai hubungan istimewa;

bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 18 ayat (3) Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan menyatakan bahwa Direktur Jenderal Pajak berwenang untuk menentukan kembali besarnya penghasilan dan pengurangan serta menentukan utang sebagai modal untuk menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Wajib Pajak lainnya sesuai dengan kewajaran dan kelaziman usaha;

bahwa berdasarkan data dan fakta di atas Majelis berpendapat bahwa transaksi antara Pemohon Banding dengan Hyatt International Asia Pacific Ltd dalam hal pembelian 8 management agreement sebesar US$.27,780,000.00 adalah transaksi yang tidak wajar dan lazim dalam usaha karena kepemilikan saham dominan kedua perusahaan yang bertransaksi tersebut adalah HIC yaitu memiliki 99% saham Pemohon Banding dan memiliki 100% saham Hyatt International Asia Pacific Ltd;

bahwa transaksi penyertaan dan peminjaman dari HIC sebesar US$.27,780,000.00 dengan Pemohon Banding merupakan transaksi yang tidak wajar dan lazim dalam usaha karena HIC merupakan pemilik 99% saham Pemohon Banding dan juga pemilik 100% saham Hyatt International Asia Pacific Ltd;

bahwa dengan demikian Majelis berkesimpulan koreksi Terbanding atas biaya amortisasi sebesarUS$.1,945,000.00 telah benar dan tetap dipertahankan;
Koreksi positif biaya khusus / pembebanan Head Office – Rp18.793.807.394,00,
Menurut Terbanding
:
bahwa pokok sengketa adalah pembayaran bunga pinjaman kepada Hyatt International Corporation (HIC) sebesar US$ 79.655 yang menurut pemeriksa diakui sebagai pembayaran dividen;
Menurut Pemohon
:
bahwa biaya bunga sebesar US$ 79.655,00 merupakan biaya yang nyata-nyata berhubungan dengan kegiatan usaha;
Menurut Majelis
:
bahwa koreksi biaya bunga sebesar US$.79,655.00 dikoreksi Terbanding karena bunga tersebut timbul dari hutang atas pembelian manajemen kontrak yang tidak memiliki substansi ekonomi karena nilainya merupakan agregat dari nilai sekarang dari imbalan jasa yang akan diperoleh Hyatt International Asia Pacific Limited selama masa kontrak hotel;

bahwa Terbanding menyatakan untuk tahun-tahun berjalan Pemohon Banding selalu melakuka pembayaran kepada affiliated partiesnya, sehingga nilai pembelian tersebut tidak berkaitan dengan penghasilan, disamping itu secara substansi juga tidak terdapat pengalihan kontrak karena baik Hyatt International Asia Pacific Limited dan Pemohon Banding pada saat pengalihan sama-sama dimiliki oleh Hyatt International Corporation USA, jadi karena secara substansi pembelian dan hutang tersebut tidak dapat diakui, maka secara otomatis bunga yang dibayarkan juga tidak dapat dibebankan dan pembayaran bunga tersebut dianggap dividen ke pemegang saham;

bahwa Pemohon Banding menyatakan biaya bunga adalah biaya yang nyata-nyata berhubungan dengan kegiatan usaha Pemohon Banding, pembelian hak pengelolaan jaringan hotel Hyatt di Indonesia memiliki substansi transaksi yang jelas dan kewajaran nilai transaksi tersebut telah diakui oleh independent appraisal, dan transaksi penjualan management agreement telah ditetapkan sebagai penghasilan kena pajak bagi BUT Hyatt International Asia Pacific Limite;

bahwa dalam persidangan Terbanding menyerahkan data berupa Kertas Kerja Pemeriksaan;

bahwa dalam persidangan Pemohon Banding menyampaikan dokumen berupa :
Perjanjian Hutang tgl 1 Oktober 1997 antara PT HI dan HIC
Rekapitulasi perhitungan atas biaya bunga sebesar US$ 79.655
Rekening koran BOA tanggal per Sep 1997 atas penerimaan pinjaman dari HIC sebesar US$ 22.750.000 dan pembayaran Management Kontrak kepada HIAPL sebesar US$ 22.780.000
Bank Advice tgl 30 Sep 1997 atas penerimaan dana pinjaman dari HIC sebesar 22.750.000
Bank Advice tgl 30 Sep 1997 atas pembayaran kepada HIAPL untuk pembelian Management Agreement sebesar 22.780.000
GL atas biaya bunga tahun 2008 sebesar US$ 79.655
bahwa selain menyampaikan data-data tersebut di atas, Pemohon Banding dalam persidangan juga menyampaikan penjelasan tertulis yaitu penjelasan tertulis Nomor : 12/10/12 tanggal 12 Oktober 2012 perihal penjelasan tambahan atas perbedaan antara Pemohon Banding dan BUT HIAPL dan pembelian Management dari BUT HIAPL dan penjelasan tertulis Nomor 05/11/12 tanggal 5 November 2012 perihal penjelasan tambahan mengenai transaksi penjualan-pembelian management agreement antara BUT HIAPL dan Pemohon Banding dalam kaitan dengan biaya amortisasi sebesar US$.1,945,000.00 dan biaya bunga pinjaman US$.79,655.00 dalam SKPLB PPh Badan tahun pajak 2008;

bahwa berdasarkan dokumen-dokumen yang disampaikan oleh Pemohon Banding dan Terbanding diketahui bahwa Pemohon Banding berdiri dari tahun 1997 sebagai respon atas adanya Surat Keputusan Direktur Jenderal Pariwisata Nomor KEP-06/K/VI/97 tanggal 13 Juni 1997 yang mengatur bahwa pemberian jasa manajemen kepada jaringan hotel di Indonesia harus melalui perseroan terbatas (PT);

bahwa pengelolaan dan pengoperasian manajemen jaringan hotel Hyatt di Indonesia sebelumnya (sampai dengan tahun 1997) dilakukan oleh BUT Hyatt International Corporation Indonesia, namun dengan adanya peraturan Direktur Jenderal Pariwisata tersebut maka terjadi pengalihan hak pengelolaan manajemen hotel Hyatt;

bahwa atas peralihan hak pengelolaan tersebut, dibuat perjanjian berupa “Asset Transfer Agreement” antara Pemohon Banding dengan Hyatt Internatioan Asia Pacific Ltd yang berkedudukan di Hongkong, Hyatt International Asia Pasicif Ltd merupakan pihak yang mempunyai 8 management agreement dengan pemilik hotel-hotel yang menggunakan merk Hyatt International;

bahwa berdasarkan Asset Transfer Agreement, Pemohon Banding harus membayar 8 management agreement kepada Hyatt International Asia Pacific Ltd sebesar US$.22,780,000.00, dengan sumber dana pembelian 8 management agreement tersebut adalah penyertaan dari Hyatt Internatinal Corporation (HIC) sebesar US$.6,280,000.00 dan pinjaman dari HIC sebesar US$.16,500,000.00;

bahwa biaya bunga yang dibebankan oleh Pemohon Banding sebesar US$.79,655.00 adalah bunga yang berasal dari pinjaman kepada HIC sebesar US$.16,500,000.00;

bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis dalam persidangan serta penjelasan para pihak diketahui bahwa Hyatt International Corporation merupakan perusahaan yang menguasai 99% saham Pemohon Banding, dan HIC juga merupakan pemegang saham Hyatt International Asia Pacific Ltd dengan jumlah kepemilikan sebesar 100%, sehingga transaksi yang dilakukan oleh Pemohon Banding dengan Hyatt International Asia Pacific Ltd serta transaksi dengan HIC merupakan transaksi yang mempunyai hubungan istimewa;

bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 18 ayat (3) Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan menyatakan bahwa Direktur Jenderal Pajak berwenang untuk menentukan kembali besarnya penghasilan dan pengurangan serta menentukan utang sebagai modal untuk menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Wajib Pajak lainnya sesuai dengan kewajaran dan kelaziman usaha;

bahwa berdasarkan data dan fakta di atas Majelis berpendapat bahwa transaksi antara Pemohon Banding dengan Hyatt International Asia Pacific Ltd dalam hal pembelian 8 management agreement sebesar US$.27,780,000.00 adalah transaksi yang tidak wajar dan lazim dalam usaha karena kepemilikan saham dominan kedua perusahaan yang bertransaksi tersebut adalah HIC yaitu memiliki 99% saham Pemohon Banding dan memiliki 100% saham Hyatt International Asia Pacific Ltd;

bahwa transaksi penyertaan dan peminjaman dari HIC sebesar US$.27,780,000.00 dengan Pemohon Banding merupakan transaksi yang tidak wajar dan lazim dalam usaha karena HIC merupakan pemilik 99% saham Pemohon Banding dan juga pemilik 100% saham Hyatt International Asia Pacific Ltd;

bahwa oleh karena atas hutangnya yang diamortisasi tidak boleh dibiayakan maka atas bunga yang timbul karena utang tersebut juga tidak dapat dibebankan sebagai pengurang penghasilan bruto;

bahwa dengan demikian Majelis berkesimpulan koreksi Terbanding atas biaya bunga sebesar US$.79,655.00 telah benar dan tetap dipertahankan;
Koreksi Biaya Lainnya (pendapatan) sebesar US$.29,751.00

Menurut Terbanding :
bahwa berdasarkan keterangan dari Pemohon Banding, diketahui pembayaran severance fee merupakan pembayaran pesangon kepada GM Hyatt Surabaya;
Menurut Pemohon :
bahwa Pemohon Banding tidak setuju dengan pendapat Terbanding karena biaya tersebut sebenarnya adalah pemberian penghargaan kepada GM Hyatt Surabaya atas jasanya selama memimpin beberapa hotel Hyatt di Indonesia, termasuk Hyatt Regency Surabaya, Walaupun GM tersebut bukan karyawan Pemohon Banding secara langsung, namun kinerjanya di beberapa hotel Hyatt telah memberikan kontribusi positif bagi hotel-hotel yang dipimpinnya, yaitu hotel-hotel di bawah naungan manajemen Pemohon Banding sehingga secara langsung juga menguntungkan bagi Pemohon Banding sebagai hotel operator,
Oleh karena itu, adalah wajar bila Pemohon Banding memberikan penghargaan sebagai bentuk ungkapan terima kasih atas kontribusinya selama bekerja di Hyatt group;
Menurut Majelis :
bahwa koreksi biaya severance sebesar US$.29,751.00 dikoreksi Terbanding karena merupakan pesangon untuk general Manager Hyatt Surabaya, sehingga tidak ada kaitannya dengan Pemohon Banding secara langsung (bukan karyawan Pemohon Banding);bahwa Terbanding menyatakan berdasarkan management agreement antara pihak Hyatt Surabaya (PT Bumi Modern) dan Hyatt of Hongkong Limited (sekarang PT Pemohon Banding) pada tanggal 8 November 1990, diketahui bahwa karyawan hotel Hyatt Surabaya tidak merupakan karyawan Pemohon Banding (PT Pemohon Banding) dan Pemohon Banding tidak dibebani atas gaji dan kompensasi pegawai tersebut;

bahwa Pemohon Banding menyatakan biaya tersebut merupakan pemberian penghargaan kepada general manager Hyatt Surabaya atas jasanya selama memimpin beberapa hotel Hyatt di Indonesia, termasuk Hyatt Regency Surabaya walaupun karyawan tersebut bukan karyawan Pemohon Banding secara langsung;

bahwa alasan Pemohon Banding menyatakan biaya tersebut dapat dibebankan berdasarkan ketentuan Pasal 21 huruf a Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan dan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor : 15/PJ/2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan Penyetoran dan Pelaporan Pasak Penghasilan Pasal 21 dan Pasal 26 sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa dan Kegiatan Orang Pribadi;

bahwa dalam persidangan Terbanding menyerahkan data berupa Kertas Kerja Pemeriksaan;

bahwa dalam persidangan Pemohon Banding menyampaikan dokumen berupa :
Rekening koran Bank Mandiri per Nov 2008 atas pembayaran severance sebesar Rp.229.725.000
SPT 1721 Masa Oktober 2008
SPT 1721 Tahunan 2008
Peraturan Dirjen Pajak No. 15/PJ/2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan Penyetoran dan Pelaporan PPh Pasal 21
bahwa berdasarkan dokumen yang disampaikan Pemohon Banding terlihat adanya pembayaran yang dilakukan oleh Pemohon Banding kepada sdr. Selamar Guntur Tampubolon;

bahwa berdasarkan penjelasan para pihak dalam persidangan diketahui bahwa sdr. Selamar Guntur Tampubolon bukan merupakan karyawan Pemohon Banding tetapi karyawan Hyatt Surabaya;

bahwa sesuai perjanjian antara Hyatt Surabaya dengan Hyatt of Hongkong Ltd (sekarang PT Pemohon Banding) pada tanggal 8 November 1990, diketahui bahwa karyawan hotel Hyatt Surabaya bukan merupakan karyawan Pemohon Banding (PT Pemohon Banding) dan Pemohon Banding tidak dibebani gaji dan kompensasi kepada pegawai tersebut;

bahwa berdasarkan pejelasan di atas, Majelis berpendapat bahwa pembayaran pesangon kepada sdr. Selamar Guntur Tampubolon, bukan merupakan kompensasi kepada karyawan Pemohon Banding dan oleh karenanya bukan biaya yang timbul dalam rangka mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan, sehingga tidak dapat dikurangkan dari penghasilan bruto;

bahwa dengan demikian Majelis berkesimpulan koreksi Terbanding atas Biaya Lainnya (pendapatan) atau biaya severance pay sebesar US$.29,751.00 telah benar dan tetap dipertahankan;

MENIMBANG
bahwa atas hasil pemeriksaan dalam persidangan, Majelis berkesimpulan untuk menolak banding Pemohon Banding;

MENGINGAT
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak,
Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan,
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan,
dan ketentuan perundang-undangan lainnya serta peraturan hukum yang berlaku dan yang berkaitan dengan perkara ini;

MEMUTUSKAN
Menolak banding Pemohon Banding terhadap Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP-968/WPJ.06/2011 tanggal 19 September 2011, tentang Keberatan atas Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar PPh Badan Tahun Pajak 2008 Nomor : 00120/406/08/073/10 tanggal 30 Juni 2010, atas nama : PT.XXX.

http://www.pengadilanpajak.com
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hubungi Kami :

Jika ada pertanyaan tentang pajak , silahkan :

Email ke :

omni@pemeriksaanpajak.com

Whatsapp : 0812 932 70074

%d blogger menyukai ini: