Keputusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-47629/PP/M.VI/15/2013

Tinggalkan komentar

21 Juni 2017 oleh kucinglucu

RISALAH
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-47629/PP/M.VI/15/2013

JENIS PAJAK
Pajak Penghasilan Badan

TAHUN PAJAK
2008

POKOK SENGKETA
bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap KoreksiPenghasilan Neto terdiri dari :
1. Biaya Associated US$ 15,680.802. Biaya Insurance US$ 122.003. Biaya Retirement Allowance US$ 80,437.994. Biaya Repair and Maintenance Car US$ 826.905. Biaya Depresiasi Stick Golf US$ 406.31

Menurut Terbanding :
bahwa atas koreksi Biaya Associated sebesar US$ 19,070.79, Pemohon Banding hanya mengajukan banding sebesar US$ 15,680.00 dan US$ 3,390.79 Pemohon Banding tidak mengajukan banding;

Menurut Pemohon :
bahwa Pemohon Banding tidak setuju koreksi atas biaya associated sebesar US$ 15,680.80, di mana untuk keanggotaan golf yang dibayarkan oleh Pemohon Banding untuk expatriates merupakan biaya untuk mendapatkan, menagih. dan memelihara penghasilan sehingga dapat dibebankan sebagai biaya oleh Pemohon Banding.

bahwa nature (sifat usaha) dari kegiatan usaha Pemohon Banding adalah bergerak di bidang jasa perdagangan yang sering kali melakukan pembicaraan bisnis dan pemasaran di arena pertandingan atau mendapatkan calon customer/pelanggan melalui keanggotaan bisnis seperti Merchantile Club, sehingga dengan demikian atas biaya associated tersebut merupakan biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan sehingga sudah seyogyanya biaya tersebut dapat dijadikan pengurang penghasilan bagi Pemohon Banding;

Menurut Majelis :
bahwa koreksi biaya associated sebesar US$ 15,680.80, dilakukan Terbanding karena merupakan pemberian kenikmatan dan tidak terkait dengan kegiatan usaha yaitu berupa iuran keanggotaan Mercantile Club dan keanggota golf yang merupakan kenikmatan yang diberikan kepada karyawan atau pengurus perusahaan;

bahwa Pemohon Banding tidak setuju atas koreksi biaya associated sebesar US$ 15,680.80 karena biaya keanggotaan golf yang dibayarkan oleh Pemohon Banding untuk expatriates dalam rangka melakukan pembicaraan bisnis dan pemasaran di arena pertandingan atau mendapatkan calon customer/pelanggan melalui keanggotaan bisnis seperti Merchantile Club.
sehingga dengan demikian atas biaya associated tersebut merupakan biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan sehingga sudah seyogyanya biaya tersebut dapat dijadikan pengurang penghasilan bagi Pemohon Banding;

bahwa dalam sidang yang diselenggarakan, terbukti bahwa biaya sebesar US$15,680.80 tersebut merupakan biaya keanggotaan karyawan Pemohon Banding pada Merchantile, Golf Membership dan Corporation Membership-JJC;

bahwa berdasarkan Pasal 9 ayat (1) huruf b Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000 menyebutkan bahwa untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi pemegang saham, sekutu, atau anggota;

bahwa Pasal 9 ayat (1) huruf e Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000 menyebutkan bahwa untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan, kecuali penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai serta penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan di daerah tertentu dan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan;

bahwa berdasarkan uraian tersebut diatas, Majelis berpendapat bahwa terbukti biaya sebesar US$15,680.80 tersebut merupakan pemberian dalam bentuk kenikmatan sehingga berdasarkan Pasal 9 ayat (1) huruf e Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000, tidak dapat dibebankan sebagai biaya, sehingga Majelis memutuskan atas koreksi sebesar US$ 15,680.80 tetap dipertahankan;

Menurut Terbanding :
bahwa atas koreksi biaya insurance sebesar US$170,80, Pemohon Banding hanya mengajukan banding atas sebesar US$ 122,00 dan US$ 48,80 Pemohon Banding tidak mengajukan banding;

Menurut Pemohon :
bahwa Pemohon Banding tidak setuju koreksi biaya Insurance sebesar US$ 170,80. Pemohon Banding telah melakukan koreksi fiskal atas seluruh biaya dalam bentuk kenikmatan natura dan biaya asuransi atas stick golf Perusahaan dalam SPT Badan tahun buku 2008, yaitu sejumlah US$ 3,602.63. Sedangkan untuk stick golf dapat disetujui sebagian menjadi pengurang penghasilan oleh Tim Pemeriksa sebelumnya dan terakhir melalui koreksi yang diusulkan dalam pemeriksaan untuk tahun buku 2009, Tim Pemeriksa menyetujui koreksi 5/7 dan 2/7 untuk Club Golf, di mana 2/7 untuk aktivitas Club Golf (Golf membership) yang dilakukan di hari Sabtu dan Minggu dianggap sebagai biaya yang tidak dapat dikurangkan dengan penghasilan, sedangkan untuk hari kerja (hari Senin sampai dengan Jum’at) atau sejumlah 5/7 dapat dianggap sebagai biaya untuk pengurang penghasilan.
Expenses (NDE) untuk biaya associated menurut Banding Pemohon Banding, di mana porsinya sudah sesuai dengan hasil pemeriksaan untuk tahun buku 2009. Berdasarkan hal tersebut di atas maka untuk insurance stick golf dapat Pemohon Banding setujui sebagian yaitu sebesar US$ 48.8, sehingga koreksi yang diajukan banding menjadi sebesar US$ 122.00;

Menurut Majelis :
bahwa koreksi sebesar US$ 122.00 dilakukan Terbanding karena merupakan pemberian kenikmatan (asuransi untuk pemain golf) dan atas biaya asuransi mobil sebagaimana Pasal 2 ayat (1) dan (2) Keputusan Dirjen Pajak No. KEP-220/PJ/2002;
bahwa Pemohon Banding tidak setuju atas koreksi US$ 122.00 karena biaya tersebut merupakan biaya dalam rangka mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan;

bahwa dalam sidang yang diselenggarakan, terbukti bahwa biaya sebesar US$122.00 tersebut merupakan biaya asuransi untuk pemain golf dan asuransi mobil;

bahwa Pasal 9 ayat (1) huruf e Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000 menyebutkan bahwa untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan, kecuali penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai serta penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan di daerah tertentu dan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan;

bahwa berdasarkan Pasal 3 Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-220/PJ./2002 tanggal 18 April 2002 tentang Perlakuan Pajak Penghasilan atas Biaya Pemakaian Telepon Seluler dan Kendaraan Perusahaan menyatakan bahwa:
Atas biaya perolehan atau pembelian atau perbaikan besar kendaraan sedan atau yang sejenis yang dimiliki dan dipergunakan perusahaan untuk pegawai tertentu karena jabatan atau pekerjaannya, dapat dibebankan sebagai biaya perusahaan sebesar 50% (lima puluh persen) dari jumlah biaya perolehan atau pembelian atau perbaikan besar melalui penyusutan aktiva tetap kelompok II sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 520/KMK.03/2000 Lampiran II butir 1 huruf b sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 138/KMK.03/2002.
Atas biaya pemeliharaan atau perbaikan rutin kendaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dimiliki dan dipergunakan perusahaan untuk pegawai tertentu karena jabatan atau pekerjaannya dapat dibebankan sebagai biaya perusahaan sebesar 50% (lima puluh persen) dari jumlah biaya pemeliharaan atau perbaikan rutin dalam tahun pajak yang bersangkutan.

bahwa berdasarkan uraian tersebut diatas, Majelis berpendapat bahwa terbukti biaya sebesar US$ 122.00 tersebut merupakan pemberian dalam bentuk kenikmatan sehingga berdasarkan Pasal 9 ayat (1) huruf e Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000, tidak dapat dibebankan sebagai biaya, sehingga Majelis memutuskan atas koreksi sebesar US$ 122.00 tetap dipertahankan;

Menurut Terbanding :
bahwa bahwa berdasarkan ketentuan di atas Terbanding berpendapat bahwa biaya retirement allowance dan biaya foreign exchange loss maupun exchange gain yang terkait dengan biaya retirement allowance tersebut tidak boleh menjadi pengurang Penghasilan Kena Pajak sesuai ketentuan tersebut (berdasarkan Tabel 7 halaman 11 surat banding Pemohon Banding terlihat jelas
bahwa selisih kurs tersebut perhitungannya dikaitkan dengan retirement allowance bukan dari realisasi pembayaran);

Menurut Pemohon :
bahwa Pemohon Banding tidak setuju dan menyatakan banding atas koreksi biaya retirement allowance sebesar US$ 80,437.99, dikarenakan berdasarkan tanggapan dari pihak Terbanding bahwa atas biaya retirement allowance dan biaya foreign exchange loss maupun exchange gain tidak boleh menjadi pengurang penghasilan Penghasilan Kena Pajak.
Dalam surat permohonan Banding Pemohon Banding Nomor 006/PT MI/XII/11 tertanggal 19 Desember 2011 hal 10 dan 11 dijelaskan bahwa atas biaya foreign exchange loss dan exchange gain yang terkait dalam biaya retirement allowance sudah Pemohon Banding lakukan koreksi fiskal dan tidak Pemohon Banding akui sebagai Non Taxable Income (untuk Foreign Exchange Gain) dan Non Deductible Expenses (untuk Foreign Exchange Loss) sebagaimana telah Pemohon Banding laporkan di dalam SPT Tahunan Badan untuk Tahun 2008;

Menurut Majelis :
bahwa koreksi Biaya Retirement Allowance sebesar US$80,437.99 dilakukan Terbanding karena merupakan biaya cadangan biaya pensiun, sebagaimana Pasal 9 ayat (1) huruf c Undang-undang Pajak Penghasilan, sehingga pembebanan diakui pada saat realisasi pembayaran pesangon;

bahwa Pemohon Banding menyatakan bahwa terdapat laba selisih kurs dari biaya Retirement Allowance tersebut sebesar US$ 136.773,41, laba selisih kurs tersebut oleh Pemohon Banding dimasukkan ke dalam akun biaya Retirement Allowance sebagai komponen koreksi fiskal;

bahwa dalam Surat Uraian Banding halaman 9, Pemohon Banding menyebutkan bahwa “Pemohon Banding tidak setuju apabila pihak Pemeriksa menganggap laba selisih kurs sehubungan dengan penyesuaian kurs pada akhir periode dianggap merupakan penghasilan kena Pajak;

bahwa Retirement Allowance merupakan perkiraan yang bukan merupakan perkiraan untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan;

bahwa di dalam perkiraan ini terdapat selisih kurs penyesuaian dan pada akhir tahun oleh Pemohon Banding selisih kurs rugi maupun selisih kurs laba dikoreksi;

bahwa berdasarkan Pasal 4 Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000 menyebutkan adanya selisih kurs laba merupakan tambahan kemampuan ekonomi;

bahwa berdasarkan Pasal 6 Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000 menyebutkan kerugian selisih kurs bukan dalam rangka mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan tidak dapat dibiayakan. Dan hal tersebut dilakukan oleh Pemohon Banding. Pada saat laba selisih kurs, Pemohon Banding juga melakukan koreksi sama dengan saat terjadinya rugi selisih kurs;

bahwa Laba Selisih kurs adalah tambahan kemampuan ekonomis yang diterima / diperoleh Pemohon Banding yang merupakan obyek pajak, sejalan dengan UU PPh Pasal 4 ayat (1) huruf l yaitu “Yang menjadi objek pajak adalah penghasilan, yaitu tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk: l. keuntungan selisih kurs mata uang asing.”;

bahwa berdasarkan uraian tersebut, Majelis berpendapat bahwa laba selisih kurs sebesar US$ 136,773.41 adalah merupakan objek Pajak Penghasilan yang harus dilaporkan dalam SPT (akun Rugi Laba selisih kurs;

bahwa berdasarkan penjelasan di atas, Majelis berpendapat bahwa koreksi fiscal yang dilakukan oleh Pemohon Banding dalam akun biaya Retirement Allowance adalah tidak benar, sehingga Majelis memutuskan bahwa atas koreksi Biaya Retirement Allowance sebesar US$80,437.99 tetap dipertahankan;

Menurut Terbanding :
bahwa atas koreksi biaya repair dan Maintanance Car sebesar US$ 5,096.95, Pemohon Banding hanya mengajukan banding atas biaya sebesar US 826.90;

Menurut Pemohon :
bahwa Pemohon Banding mengajukan banding atas koreksi Biaya Repair and Maintenance sebesar US 826.90 karena menurut Pemohon Banding koreksi ini dapat dibiayakan karena merupakan biaya repair dan maintenance car;

Menurut Majelis :
bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan dalam sidang dan berdasarkan dalam surat Pemohon Banding nomor : 004/PTMI/X/12 Tanggal 2 Oktober 2012, Pemohon Banding menyatakan menyetujui koreksi Biaya Repair and Maintenance Car sebesar US$ 826.90 tersebut, sehingga Majelis memutuskan koreksi Biaya Repair and Maintenance Car sebesar US$ 826.90 tetap dipertahankan;

Menurut Terbanding :
bahwa atas koreksi biaya Depresiasi stick golf sebesar US$ 568.84, Pemohon Banding hanya mengajukan banding atas koreksi sebesar US$ 406.31 dan US$ 162.53 Pemohon Banding tidak mengajukan banding;

Menurut Pemohon :
bahwa Pemohon Banding tidak setuju dan menyatakan banding atas koreksi biaya penyusutan aktiva tetap atas stick golf sebesar US$ 406.31, karena seharusnya biaya depresiasi stick golf dapat menjadi biaya perusahaan yang mana aktiva atas stick golf disediakan khusus untuk para klien/supplier Pemohon Banding yang mempunyai hubungan bisnis dengan perusahaan dan juga disediakan apabila ada penyelenggaraan kompetisi golf, di mana Pemohon Banding harus menyediakan stick golf tersebut dan mencatatnya sebagai aktiva perusahaan.
Hal ini dilakukan untuk mempererat hubungan bisnis Pemohon Banding dengan mitra bisnisnya. Dengan demikian, atas biaya penyusutan stick golf tersebut merupakan biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan sehingga seyogyanya biaya tersebut dapat dijadikan pengurang penghasilan;

Menurut Majelis :
bahwa koreksi biaya depresiasi stick golf sebesar US$ 406.31, dilakukan Terbanding karena merupakan pemberian kenikmatan yang disediakan untuk kepentingan pribadi karyawan dan tidak terkait dengan kegiatan usaha perusahaan;

bahwa Pemohon Banding tidak setuju atas koreksi biaya depresiasi stick golf sebesar US$ 406.31 karena biaya depresiasi stick golf dapat menjadi biaya perusahaan yang mana aktiva atas stick golf disediakan khusus untuk para klien/supplier Pemohon Banding yang mempunyai hubungan bisnis dengan perusahaan dan juga disediakan apabila ada penyelenggaraan kompetisi golf, di mana Pemohon Banding harus menyediakan stick golf tersebut dan mencatatnya sebagai aktiva perusahaan. Hal ini dilakukan untuk mempererat hubungan bisnis Pemohon Banding dengan mitra bisnisnya;

bahwa dalam sidang yang diselenggarakan, terbukti bahwa biaya sebesar US$ 406.31 tersebut merupakan biaya pembelian stick golf yang diperuntukkan bagi klien Pemohon Banding;

bahwa berdasarkan Pasal 9 ayat (1) huruf b Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000 menyebutkan bahwa untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi pemegang saham, sekutu, atau anggota;

bahwa Pasal 9 ayat (1) huruf e Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000 menyebutkan bahwa untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan, kecuali penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai serta penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan di daerah tertentu dan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan;

bahwa berdasarkan uraian tersebut diatas, Majelis berpendapat bahwa terbukti biaya sebesar US$ 406.31 tersebut merupakan pemberian dalam bentuk kenikmatan sehingga berdasarkan Pasal 9 ayat (1) huruf e Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000, tidak dapat dibebankan sebagai biaya, sehingga Majelis memutuskan atas koreksi sebesar US$ 406.31 tetap dipertahankan;

MENIMBANG
bahwa dalam sengketa banding ini tidak terdapat sengketa mengenai Sanksi Administrasi, kecuali bahwa besarnya sanksi administrasi tergantung pada penyelesaian sengketa lainnya;

MENIMBANG
bahwa oleh karena atas jumlah PPh Badan Tahun Pajak 2009 yang lebih dibayar dan yang disengketakan oleh Pemohon sebesar Rp(49,545.76) maka Majelis berketetapan untuk menggunakan kuasa Pasal 80 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak untuk menolak banding Pemohon Banding;

MENGINGAT
Undang-undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, dan ketentuan perundang-undangan lainnya serta peraturan hukum yang berlaku dan yang berkaitan dengan perkara ini;

MEMUTUSKAN
Menyatakan Menolak banding Pemohon Banding terhadap Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor: KEP-2437/WPJ.07/2011 tanggal 3 Oktober 2011, tentang keberatan atas Surat Ketetapan Pajak Lebih Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak 2008 Nomor : 00086/406/08/058/10 tanggal 26 Juli 2010 atas nama : XXX, NPWP : YYY.

http://www.pengadilanpajak.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hubungi Kami :

Jika ada pertanyaan tentang pajak , silahkan :

Email ke :

omni@pemeriksaanpajak.com

Whatsapp : 0812 932 70074

%d blogger menyukai ini: