Keputusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-54252/PP/M.XIIB/15/2014

Tinggalkan komentar

10 Januari 2018 oleh anggi pratiwi

Keputusan Pengadilan Pajak

RISALAH
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-54252/PP/M.XIIB/15/2014
JENIS PAJAK
Pajak Penghasilan Badan
TAHUN PAJAK
2010
POKOK SENGKETA
bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap koreksi Terbanding atas Objek Pajak;
Menurut Terbanding
:
bahwa terdapat koreksi peredaran usaha sebesar Rp22.428.392.558,00 dimana hal ini terjadi karena perbedaan cara penentuan harga yang menjadi dasar harga peredaran usaha penjualan karet, Pemohon Banding dan Pemeriksa sama-sama menggunakan harga SICOM (harga bursa komoditas karet Singapore), adapun biaya-biaya yang memang harus dilakukan adjustment karena perbedaan FOB dimana SICOM menggunakan FOB Singapore sedangkan Pemohon Banding menggunakan metode FOB Palembang, Pemeriksa telah menyetujui penghitungan biaya-biaya yang memang harus dikeluarkan sebagai akibat penggunaan FOB Palembang tersebut sesuai dengan penghitungan Pemohon Banding, perbedaan yang terjadi adalah dimana Pemeriksa murni menggunakan harga SICOM yang terdapat di web www.sgx.com sesuai tanggal kontrak dan tanggal pengiriman, sedangkan Pemohon Banding dalam penjelasannya menggunakan harga SICOM berdasarkan harga rata-rata bulan sebelumnya dimana kontrak terjadi;
Menurut Pemohon
:
bahwa penjualan oleh Pemohon Banding dilakukan dengan dua metode penjualan yaitu:
– metode penjualan dengan Harga SPOT pada saat terjadinya negosiasi di sepanjang hari kerja,- metode penjualan Long Term dengan harga penjualan berdasarkan harga rata-rata SICOM bulan sebelumnya dikurangi dengan biaya-biaya yang berhubungan dengan pengapalan seperti biaya kontainer, biaya asuransi, THC, dan biaya penanganan kontainer di pelabuhan;
Menurut Majelis
:
bahwa Terbanding melakukan koreksi atas peredaran usaha Pemohon Banding sebesar Rp.22.428.392.558,00 karena adanya penjualan kepada Regional Rubber Trading Co. Pte. Ltd.(RRTC) yang berkedudukan di Singapore yang dipengaruhi oleh hubungan istimewa (related party) melalui penguasaan manajemen sehingga harga jual a quo menurut Terbanding tidak wajar (non arm’s lenght price);
bahwa Terbanding menghitung kembali kewajaran harga jual Pemohon Banding dengan menggunakan data pembanding internal dengan menggunakan data penjualan Pemohon Banding kepada pihak independen, yaitu R1 International dan Feng Nian CompanyPte. Ltd.;
bahwa Terbanding menggunakan metode harga pasar sebanding atau Comparable Uncontrolled Price Methode (CUP Methode) untuk memperoleh kewajaran harga jual Pemohon Banding dengan membandingkan transaksi penjualan Pemohon Banding kepada RRTC dengan pembanding internal, yaitu R1International dan Feng Nian CompanyPte. Ltd yang menurut Terbanding memiliki kondisi atau keadaan yang sebanding;
bahwa Terbanding melakukan koreksi peredaran usaha a quo berdasarkan Pasal 18 ayat (3) dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008;
bahwa Pemohon Banding tidak setuju dengan koreksi peredaran usaha yang dilakukan Terbanding dengan alasan bahwa koreksi Terbanding sebesar Rp.22.428.392.558,00 dilakukan atas selisih harga jual long term kepada RRTC dibandingkan dengan harga jual spot ke pihak independen;
bahwa dalam menghitung penjualannya, Pemohon Banding menggunakan 2 (dua) metode yaitu metode harga spot SICOM (Singapore Commodity Excahange) pada saat terjadinya negosiasi di sepanjang hari kerja dan metode harga spot SICOM rata-rata bulan sebelumnya untuk penjualan jangka panjang;
bahwa dari hasil pemeriksaan, bukti-bukti, data-data dan keterangan dalam persidangan diketahui:
bahwa antara Pemohon Banding dengan RRTC sebagai pembeli mayoritas hasil produksi Pemohon Banding terbukti memiliki hubungan istimewa sebagaimana disebut berdasarkan Pasal 18 ayat (4) huruf b UU PPh karena antara Pemohon Banding dengan RRTC berada di bawah manajemen kunci (key persons) yang sama bahwa direktur/pimpinan Pemohon Banding juga merupakan direktur/pimpinan pada RRTC;
bahwa Terbanding dengan kuasa Pasal 18 ayat (3) Undang-undang Pajak Penghasilan melakukan koreksi penjualan sebesar Rp.22.428.392.558,00 berdasarkan hasil analisa kewajaran harga penjualan Pemohon Banding kepada RRTC dengan menggunakan metode CUP dan dengan data pembanding internal, yaitu R1 International dan Feng Nian CompanyPte. Ltd.;
bahwa Pemohon Banding menjual produknya berupa crumb rubber SIR 20 kepada RRTC secara spot dan long term bahwa harga penjualan crumb rubber SIR 20 secara spot berdasarkan harga Freight On Board (FOB) pelabuhan muat dengan tetap memperhatikan harga spot SICOM FOB Singapura bahwa harga penjualan crumb rubber SIR 20 secara long term ditentukan dari harga SICOM rata-rata FOB Singapura dalam 1 bulan (harga penutupan setiap harinya);
bahwa Pemohon Banding pada tahun 2010 selain menjual produknya kepada RRTC juga menjual kepada R1 International dan Feng Nian CompanyPte. Ltd., dengan jenis dan spesifikasi produk yang sama dengan RRTC, yaitu crumb rubber SIR 20 bahwa penjualan kepada R1 International dan Feng Nian CompanyPte. Ltd., secara spot berdasarkan harga Freight On Board (FOB) pelabuhan muat dengan tetap memperhatikan harga spot SICOM FOB Singapura;
bahwa Majelis berpendapat, penjualan Pemohon Banding kepada pembeli independen, yaitu R1 International dan Feng Nian CompanyPte. Ltd.,merupakan penjualan jangka pendek (short term) yang penentuan harga jualnya secara spot berdasarkan harga Freight On Board (FOB) pelabuhan muat dengan tetap memperhatikan harga spot SICOM FOB Singapura bahwa hal ini menyebabkan adanya perbedaan kondisi atau keadaan apabila pembanding internal ini digunakan sebagai pembanding untuk mengetahui harga jual yang wajar Pemohon Banding kepada RRTC khususnya penjualan jangka panjangnya (long term);
bahwa Pemohon Banding untuk kontrak penjualan jangka panjang Tahun 2010 menyampaikan bukti berupa perjanjian penjualan jangka panjang (basic long term agreement) dengan RRTC, Co. Pte, Ltd., untuk bulan pengiriman Januari 2010 sampai dengan Juni 2010 dan bulan pengiriman Juli 2010 sampai dengan Desember 2010 bahwa harga yang disepakati dalam perjanjian a quo terbukti berdasarkan harga rata-rata FOB Singapura TSR 20 SICOM bulan sebelumnya untuk pengiriman bulan berikutnya bahwa TSR 20 (Technically Specified Rubber) adalah sama dengan SIR 20;
bahwa Majelis berpendapat, pembanding internal yang digunakan Terbanding untuk menguji kewajaran harga jualnya kepada RRTC (untuk penjualan jangka panjang) tidaklah sebanding karena penjualan Pemohon Banding kepada pembanding internal a quo adalah penjualan jangka pendek yang tentunya adanya perbedaan kondisi atau keadaan waktu terjadinya transaksi jangka pendek dan jangka panjang yang dapat mempengaruhi harga;
bahwa harga jual Pemohon Banding kepada pembanding internal dapat lebih tinggi dari harga kepada RRTC karena adanya perbedaan jumlah (quantity) karet yang dijual bahwa besarnya jumlah (quantity) karet yang dijual seharusnya dimasukan sebagai pertimbangan untuk menentukan harga jual yang sebanding untuk menetapkan harga jual yang wajar yang tidak dipengaruhi hubungan istimewa;
bahwa pendapat Terbanding yang menyatakan bahwa perjanjian jangka panjang penjualan Pemohon Banding kepada RRTC hanya mengikat jumlah (quantity) karet yang dibeli dan tidak terdapat penetapan harga, Majelis berpendapat bahwa lebih aman bagi Pemohon Banding membuat perjanjian dengan membuat kesepakatan jumlah (quantity) karet yang akan dijual secara pasti (certain quantity) dengan penentuan harga yang lebih flexible sesuai dengan harga pasar karet dunia;
bahwa dengan demikian Majelis berkesimpulan bahwa koreksi atas Peredaran Usaha yang dilakukan Terbanding sebesar Rp.22.428.392.558,00 tidak tepat dan harus dibatalkan;
Menurut Terbanding
:
bahwa koreksi biaya sehubungan dengan jasa yaitu biaya management assignment sebesar Rp1.214.399.069,00 merupakan biaya jasa manajemen yang dibayarkan ke pihak Anson Company Pte Ltd., sedangkan dalam analisa fungsi pihak Anson Company Pte. Ltd. tidak melaksanakan fungsi selain hanya pemegang saham;
Menurut Pemohon
:
bahwa Pemohon Banding tidak setuju dengan koreksi positif yang dilakukan oleh Terbanding adalah atas jasa management yang dibayarkan kepada pihak Anson Company Pte.Ltd, berdasarkan Management Agreement tersebut Anson Co.Ltd selalu memberikan input yang up to date baik mengenai fluktuasi harga, kondisi pasar dan permesinan, karena input-input tersebut diatas maka Pemohon Banding dengan pertimbangan kondisi dan situasi daerah setempat memperluas investasi baru dengan membangun pabrik baru sebagai perluasan, dimana permesinan pada pabrik baru ini memakai permesinan generasi baru juga, sehingga omset Pemohon Banding meningkat dari tahun ke tahun;
Menurut Majelis
:
bahwa Terbanding melakukan koreksi atas biaya usaha lainnya berupa jasa manajemen (management assignment) sebesar Rp. 1.214.399.069,00 yang dibayarkan Pemohon Banding kepada Anson Company Pte Ltd., bahwa menurut Terbanding berdasarkan analisa fungsi bahwa Anson Company Pte. Ltd. tidak melaksanakan fungsi selain hanya sebagai pemegang saham;
bahwa Terbanding melakukan koreksi atas biaya aquo berdasarkan kuasa sebagaimana diatur dalam Pasal 6 ayat (1) huruf a serta penjelasannya dan Pasal 9 ayat (1) huruf a serta penjelasannya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008;
bahwa Pemohon Banding tidak setuju dengan koreksi Terbanding bahwa Management Assigment a quo merupakan intra-group service dari Anson Company Pte. Ltd., dengan maksud dan tujuan agar Pemohon Banding selalu dapat meng-update kegiatan produksi yang berkesinambungan, dapat mengikuti perkembangan teknologi yang terbaru dan mendapat informasi terkini dari pergerakan harga karet, baik itu pembukaan dan penutupan setiap harinya bahwa Pemohon Banding selalu mendapatkan perkembangan terkini tersebut melalui short message service (sms), telephone, serta e-mail secara berkala;
bahwa dari hasil pemeriksaan, bukti-bukti, data-data dan keterangan dalam persidangan diketahui:
bahwa dari bukti yang disampaikan Pemohon Banding berupa Perjanjian Manajemen antara Pemohon Banding dengan Anson Co., Pte., Ltd., yang dibuat dan diadakan pada tanggal 28 Desember 2001 dan berlaku efektif tanggal 01 Januari 2002 dan ber materai cukup diketahui bahwa Anson Co., Pte., Ltd., memberikan jasa-jasa kepada Pemohon Banding berupa pemberian informasi harga karet, hedging, pemberian saran mengenai pemasaran karet dan produk-produk karet, pemberian saran mengenai pengembangan dan perluasan bisnis serta pemberian saran mengenai investasi dan kesempatan bisnis;
bahwa dalam memberikan jasanya, Anson Co., Pte., Ltd., mendapat imbalan sebesar US$ 180,000 (seratus delapan puluh ribu Amerika dollar) per tahun dari Pemohon Banding, yaitu dari kantor pusat Pemohon Banding (Palembang) sebesar US$ 75,000, cabang Pontianak sebesar US$ 35,000, cabang Banjarmasin sebesar US$ 35,000 dan cabang Jambi sebesar US$ 35,000 bahwa imbalan a quo dibayarkan Pemohon Banding setiap semester masing-masing pada tanggal 15 Juni dan 15 Desember;
bahwa Pemohon Banding dalam persidangan tidak dapat membuktikan eksistensi jasa manajemen dan manfaat ekonomis yang diberikan Anson Co., Pte., Ltd., kepada Pemohon Banding sehingga Majelis tidak menyakini kebenaran imbalan a quo;
bahwa Majelis berpendapat, sesuai dengan paragraf 7.5 the Organization for Economic Cooperation and Development’s Transfer Pricing Guidelines for Multinational Enterprises and Tax Administration (OECD Transfer Pricing Guidelines) antara lain disebutkan bahwa hal yang terpenting dari jasa yang diterima dari intra-group adalah eksistensi dari jasa a quo disamping prinsip kewajaran imbalannya (arm’s lenght principle);
bahwa apabila jasa manejemen seperti yang diberikan Anson Co., Pte., Ltd., memang diperlukan oleh Pemohon Banding dalam menjalankan usahanya secara efesien dan menguntungkan Majelis berpendapat bahwa jasa manajemen a quo cukup diterima dan dibebankan oleh kantor pusat untuk selanjutnya kantor pusatlah yang berfungsi untuk meneruskannya (transfer knowledge) kepada cabang-cabangnya;
bahwa dengan demikian Majelis berkesimpulan bahwa koreksi atas Pengurang Penghasilan Bruto berupa Management Assigment sebesar Rp. 1.214.399.069,00 yang dilakukan Terbanding sudah tepat dan harus dipertahankan;
Menimbang, bahwa dalam sengketa banding ini terdapat sengketa mengenai Kompensasi Kerugian, sebagai berikut:
bahwa menurut pendapat Majelis, Terbanding menentukan Kompensasi Kerugian Tahun Pajak 2010 sebesar Rp26.358.100.192,00, sebagai dasar untuk menerbitkan ketetapan semula, sedangkan Pemohon Banding melaporkan Kompensasi Kerugian Tahun Pajak 2010 sebesar Rp58.582.286.187,00, sehingga selisih sebelum keberatan sebesar Rp32.224.185.995,00;
bahwa menurut pendapat Majelis, atas ketetapan Terbanding yang menyatakan Kompensasi Kerugian Tahun Pajak 2010 sebesar Rp26.358.100.192,00, Pemohon Banding mengajukan keberatan dengan menyebutkan secara eksplisit/implisit besarnya Kompensasi Kerugian Tahun Pajak 2010 sebesar Rp58.582.286.187,00, sehingga nilai sengketa sampai dengan keberatan adalah sebesar Rp32.224.185.995,00;
bahwa menurut pendapat Majelis, atas keberatan Pemohon Banding yang menyatakan Kompensasi Kerugian Tahun Pajak 2010 sebesar Rp58.582.286.187,00, Terbanding menyatakan Kompensasi Kerugian Tahun Pajak 2010 sebesar Rp26.358.100.192,00 sebagai dasar untuk menerbitkan keputusan atas keberatan Pemohon Banding, sehingga nilai sengketa sebelum banding adalah sebesar Rp32.224.185.995,00
bahwa menurut pendapat Majelis, atas keputusan Terbanding yang menyatakan Kompensasi Kerugian Tahun Pajak 2010 sebesar Rp26.358.100.192,00, Pemohon Banding mengajukan banding dengan menyebutkan secara eksplisit besarnya Kompensasi Kerugian Tahun Pajak 2010 sebesar Rp58.582.286.187,00, sehingga nilai sengketa sampai dengan Surat Banding adalah sebesar Rp32.224.185.995,00;
bahwa menurut pendapat Majelis, atas banding Pemohon Banding yang menyatakan Kompensasi Kerugian Tahun Pajak 2010 sebesar Rp58.582.286.187,00, Terbanding dalam Surat Uraian Banding berpendapat bahwa besarnya Kompensasi Kerugian Tahun Pajak 2010 sebesar Rp26.358.100.192,00, sehingga nilai sengketa sampai dengan Surat Uraian Banding adalah sebesar Rp32.224.185.995,00;
bahwa menurut pendapat Majelis, atas pendapat Terbanding dalam Surat Uraian Banding bahwa besarnya Kompensasi Kerugian Tahun Pajak 2010 sebesar Rp26.358.100.192,00, Pemohon Banding membuat bantahan dengan menyebutkan secara eksplisit besarnya Kompensasi Kerugian Tahun Pajak 2010 menurut perhitungan Pemohon Banding yaitu Rp58.582.286.187,00, sehingga nilai sengketa sampai dengan Surat Bantahan adalah sebesar Rp32.224.185.995,00;
Menimbang, bahwa nilai sengketa terbukti dalam sengketa kompensasi kerugian ini adalah koreksi Terbanding atas Kompensasi Kerugian sebesar Rp32.224.185.995,00;
Menimbang, bahwa hasil pembahasan pokok sengketa koreksi Terbanding atas Kompensasi Kerugian sebesar Rp32.224.185.995,00 adalah sebagai berikut:
Menurut Terbanding
:
bahwa Terbanding berpendapat bahwa koreksi positif atas kompensasi kerugian yang dilakukan oleh Pemeriksa dapat dibenarkan, bahwa koreksi pemeriksaan harus memperhitungkan dan memperhatikan hasil pemeriksaan sebelumnya yang memiliki kesinambungan dengan tahun pajak setelahnya harus dilakukan oleh Pemeriksa, hal tersebut dilakukan agar terjadi konsistensi terhadap hasil pemeriksaan pajak;
Menurut Pemohon
:
bahwa berdasarkan bantahan, penjelasan dan bukti tambahan, maka dengan ini Pemohon Banding memohon kepada Majelis untuk mempertimbangkan dan mengabulkan Banding, selain itu demi kelancaran proses banding Pemohon Banding bersedia menghadiri persidangan untuk menyampaikan data-data dan dokumen lain, serta keterangan yang diperlukan agar banding yang Pemohon Banding ajukan dapat diterima;
Menurut Majelis
:
bahwa sengketa atas kompensasi kerugian sebesar Rp.32.224.185.995,00 karena adanya perbedaan pengakuan besarnya kompensasi kerugian yang masih dapat dikompensasikan Pemohon Banding terhadap laba penghasilan bersihnya bahwa besarnya kompensasi kerugian menurut Terbanding adalah sebesar Rp.26.358.100.192,00 sedang menurut Pemohon Banding adalah sebesar Rp.58.582.286.187,00;
bahwa terhadap besarnya kompensasi kerugian a quo Terbanding mendalilkan bahwa Terbanding harus memperhitungkan dan memperhatikan hasil pemeriksaan sebelumnya yang memiliki kesinambungan dengan tahun pajak setelahnya agar terjadi konsistensi terhadap hasil pemeriksaan pajak bahwa besarnya kompensasi kerugian Tahun 2009 menurut Terbanding adalah berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Penghasilan (SKPKB PPh) Tahun Pajak 2010 Nomor: 00007/206/10/052/12 tanggal 26 April 2012 sebesar Rp.26.358.100.192,00;
bahwa Pemohon Banding tidak setuju atas dalil Terbanding bahwa besarnya kompensasi kerugian yang merupakan hak Pemohon Banding adalah berdasarkan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Badan Tahun 2009 yaitu sebesar Rp.58.582.286.187,00 dengan alasan bahwa selisih kompensasi kerugian tersebut masih dalam proses banding di Pengadilan Pajak sehingga Pemohon Banding tidak setuju dengan koreksi kompensasi kerugian yang dilakukan Terbanding;
bahwa dari hasil pemeriksaan, bukti-bukti, data-data dan keterangan dalam persidangan diketahui:
bahwa Terbanding terbukti mengakui besarnya kompensasi kerugian Pemohon Banding sebesar Rp.26.358.100.192,00 karena selisih kompensasi kerugian sebesar Rp.32.224.185.995,00 masih dalam proses banding di Pengadilan Pajak;
bahwa berdasarkan bukti berupa SKPKB PPh Tahun Pajak 2010 Nomor:00007/206/10/052/12 tanggal 26 April 2012 kompensasi kerugian Tahun 2009 yang dapat dikompensasikan pada Tahun Pajak 2010 menurut Pemohon Banding adalah sebesar Rp. 58.582.286.187,00 sedang menurut Terbanding adalah sebesar Rp.26.358.100.192,00 atau terdapat selisih kompensasi kerugian sebesar Rp.32.224.185.995,00;
bahwa sebagaimana alasan Pemohon Banding, selisih kompensasi kerugian sebesar Rp.32.224.185.995,00 masih dalam proses banding di Pengadilan Pajak bahwa proses banding sebagaimana alasan Pemohon Banding telah diputus dan diucap oleh Majelis Pengadilan Pajak berdasarkan Putusan Pengadilan Pajak Nomor: PUT.51309/PP/M.XII B/15/2014;
bahwa berdasarkan Putusan Pengadilan Pajak Nomor: PUT.51309/PP/M.XII B/15/2014 terbukti bahwa kompensasi kerugian dari Tahun Pajak 2009 yang dikompensasikan ke Tahun Pajak 2010 menurut Pemohon Banding adalah sebesar Rp. 58.382.505.417,00 sedangkan menurut Terbanding adalah sebesar Rp. 26.358.100.192,00 dan menurut Majelis adalah sebesar Rp. 57.129.203.007,00;
bahwa terdapat perbedaan nilai kompensasi kerugian yang disengketakan Pemohon Banding antara surat permohonan bandingnya untuk Tahun Pajak 2010 dengan surat permohonan bandingnya untuk Tahun Pajak 2009 bahwa kompensasi kerugian untuk Tahun Pajak 2009 menurut Pemohon Banding adalah sebesar Rp. 58.582.286.187,00 sedang untuk Tahun Pajak 2010 adalah sebesar Rp.58.382.505.417,00 sehingga terdapat perbedaan sebesar Rp. 199.780.770,00
bahwa nilai kompensasi kerugian yang disengketakan dalam banding ini seharusnya adalah sebesar Rp. 57.129.203.007,00 sebagaimana yang tercantum dalam Putusan Pengadilan Pajak Nomor: PUT.51309/PP/M.XII B/15/2014 bukan sebesar Rp. 58.382.505.417,00 sehingga terdapat perbedaan sebesar Rp.1.253.302.410,00;
bahwa selanjutnya Majelis berpendapat, nilai kompensasi kerugian yang seharusnya di klaim Pemohon Banding adalah sebesar Rp. 58.382.505.417,00 agar konsisten dengan nilai kompensasi kerugian sebagaimana yang tercantum dalam Putusan Pengadilan Pajak Nomor: PUT.51309/PP/M.XII B/15/2014;
bahwa Majelis berpendapat bahwa sebagaimana telah diputus oleh Majelis yang tercantum dalam Putusan Pengadilan Pajak Nomor: PUT.51309/PP/M.XII B/15/2014 bahwa hak Pemohon Banding untuk mengkompensasikan kerugian fiskalnya dari tahun-tahun sebelumnya pada Tahun Pajak 2010 adalah sebesar Rp. 57.129.203.007,00;
bahwa dengan demikian Majelis berkesimpulan bahwa dari koreksi kompensasi kerugian yang dilakukan Terbanding sebesar Rp.32.224.185.995,00 bahwa sebesar Rp.1.453.083.180,00 sudah tepat dan harus dipertahankan sedangan koreksi sebesar Rp.30.771.102.815 tidak tepat dan harus dibatalkan sehingga nilai kompensasi kerugian yang dapat dikompensasikan oleh Pemohon Banding adalah sebesar Rp. 57.129.203.007,00;
MENIMBANG
bahwa dalam sengketa banding ini tidak terdapat sengketa tarif pajak;
MENIMBANG
bahwa dalam sengketa banding ini tidak terdapat sengketa kredit pajak;
MENIMBANG
bahwa dalam sengketa banding ini tidak terdapat sengketa mengenai sanksi administrasi, kecuali bahwa besarnya sanksi administrasi tergantung pada penyelesaian sengketa lainnya;
MENIMBANG
bahwa oleh karena berdasarkan hasil pemeriksaan dalam persidangan Pemohon Banding dapat membuktikan sebagian alasan bandingnya, maka Majelis berketetapan untuk menggunakan kuasa Pasal 80 ayat (1) huruf b Undang-undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak untuk mengabulkan sebagian banding Pemohon Banding sehingga perhitungan Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak 2009 menjadi sebagai berikut:
Uraian
Jumlah Menurut (Rp)
Pemohon Banding
Terbanding
Majelis
Koreksi Dikabulkan Majelis
Peredaran Usaha
3.880.074.146.850,00
3.902.502.539.408,00
3.880.074.146.850,00
22.428.392.558,00
Harga Pokok Penjualan
3.770.722.061.620,00
3.770.722.061.620,00
3.770.722.061.620,00
0,00
Laba Bruto
109.352.085.230,00
131.780.477.788,00
109.352.085.230,00
22.428.392.558,00
Biaya Usaha
28.504.959.390,00
27.258.795.950,00
27.258.795.950,00
0,00
Penghasilan Neto Dalam Negeri
80.847.125.840,00
104.521.681.838,00
82.093.289.280,00
22.428.392.558,00
Penghasilan Neto Dalam Negeri Lainnya: Penghasilan dari luar usaha
(535.820.729,00)
(535.820.729,00)
(535.820.729,00)
0,00
Jumlah Penyesuaian Fiskal
(5.909.298.582,00)
(5.909.298.582,00)
(5.909.298.582,00)
0,00
Jumlah Penghasilan Neto
74.402.006.529,00
98.076.562.527,00
75.648.169.969,00
22.428.392.558,00
Kompensasi Kerugian
58.582.286.187,00
26.358.100.192,00
57.129.203.007,00
30.771.102.815,00
Penghasilan Kena Pajak
15.819.720.342,00
71.718.462.335,00
18.518.966.962,00
53.199.495.373,00
PPh Terutang
3.954.930.085,00
17.929.615.500,00
4.629.741.740,00
13.299.873.760,00
Kredit Pajak:
0,00
– PPh Pasal 22
183.224.754,00
183.224.754,00
183.224.754,00
0,00
– PPh Pasal 25
6.151.671.692,00
6.151.671.692,00
6.151.671.692,00
0,00
Jumlah Pajak yang dapat
dikreditkan
6.334.896.446,00
6.334.896.446,00
6.334.896.446,00
0,00
Pajak yang kurang /(lebih)
bayar
(2.379..966.361,00)
11.594.719.054,00
(1.705.154.706,00)
13.299.873.760,00
Sanksi Administrasi:
0,00
– Bunga Pasal 13 (2) KUP
0,00
3.710.310.097,00
0,00
3.710.310.097,00
Jumlah PPh ymh./(lebih) dibayar
(2.379..966.361,00)
15.305.029.151,00
(1.705.154.706,00)
17.010.183.857,00
MENIMBANG
Surat Banding, Surat Uraian Banding, Surat Bantahan, hasil pemeriksaan dan pembuktian di dalam persidangan serta kesimpulan Majelis a quo;
MENGINGAT
Undang-undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2000, Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000;
MEMUTUSKAN
Mengabulkan sebagian banding Pemohon Banding terhadap Keputusan Terbanding Nomor: KEP-987/WPJ.07/2013 tanggal 3 Juni 2013 tentang Keberatan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak 2010 Nomor: 00007/206/10/052/12 tanggal 26 April 2012, yang terdaftar dalam berkas sengketa Nomor: YYY, atas nama XXX, sehingga jumlah Pajak Penghasilan Badan Tahun Pajak 2010 menjadi:
Uraian
Jumlah (Rp)
Peredaran Usaha
3.880.074.146.850,00
Harga Pokok Penjualan
3.770.722.061.620,00
Laba Bruto
109.352.085.230,00
Biaya Usaha
27.258.795.950,00
Penghasilan Neto Dalam Negeri
82.093.289.280,00
Penghasilan Neto Dalam Negeri Lainnya: Penghasilan dari luar usaha
(535.820.729,00)
Jumlah Penyesuaian Fiskal
(5.909.298.582,00)
Jumlah Penghasilan Neto
75.648.169.969,00
Kompensasi Kerugian
57.129.203.007,00
Penghasilan Kena Pajak
18.518.966.962,00
PPh Terutang
4.629.741.740,00
Kredit Pajak:
– PPh Pasal 22
183.224.754,00
– PPh Pasal 25
6.151.671.692,00
Jumlah Pajak yang dapat dikreditkan
6.334.896.446,00
Pajak yang kurang /(lebih) bayar
(1.705.154.706,00)
Sanksi Administrasi:
– Bunga Pasal 13 (2) KUP
0,00
Jumlah PPh ymh./(lebih) dibayar
(1.705.154.706,00)
Demikian diputus di Jakarta berdasarkan musyawarah Majelis XII B Pengadilan Pajak yang ditunjuk dengan Surat Penetapan Ketua Pengadilan Pajak Nomor: Pen.00085/PP/PM/I/2014 tanggal 21 Januari 2014 dengan susunan Majelis dan Panitera Pengganti sebagai berikut:
Drs. R. Arief Boediman, SH, MM, MH. sebagai Hakim Ketua,
Johantiono, S.H. sebagai Hakim Anggota,
Drs. Djoko Joewono Hariadi MSi. sebagai Hakim Anggota,
Juahta Sitepu sebagai Panitera Pengganti,
Dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua pada hari Senin tanggal 21 Juli 2014 dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota, Panitera Pengganti, dihadiri oleh Terbanding dan dihadiri oleh Pemohon Banding;
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Hubungi Kami :

Jika ada pertanyaan tentang pajak , silahkan :

Email ke :

info@indonesiantax.com

Whatsapp : 0852 8009 6200

%d blogger menyukai ini: