Keputusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-53706/PP/M.XIA/27/2014

Tinggalkan komentar

9 Januari 2018 oleh anggi pratiwi

Keputusan Pengadilan Pajak

RISALAH
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-53706/PP/M.XIA/27/2014
JENIS PAJAK
Pajak Penghasilan Pasal 15 Final
TAHUN PAJAK
2008
POKOK SENGKETA
bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap Positif Dasar Pengenaan Pajak sebesar Rp.1.008.333,00, dengan perincian sebagai berikut:
Tabel Nilai Sengketa atas Dasar Pengenaan Pajak sampai dengan Surat Bantahan
No.
Jenis Sengketa Dasar Pengenaan Pajak
Nilai Sengketa
1.
Koreksi Positif Objek PPh Pasal 15 Final atas Jasa Pelayaran (yang
disetorkan sendiri)
Rp 1.008.333,00
Jumlah
Rp 2.008.333,00
Menurut Terbanding
:
bahwa biaya jasa pelayaran/ocean freight yang dibayarkan oleh Pemohon Banding kepada PT. Meratus Line tetapi belum dikenakan PPh Pasal 15 Final. Menurut Pemohon Banding biaya jasa pelayaran tersebut merupakan biaya dokumentasi dan materai yang bukan merupakan objek PPh Passl 15 Final;
Menurut Pemohon
:
bahwa tidak terdapat perbedaan Dasar Pengenaan Pajak atas biaya jasa pelayaran disebabkan karena total biaya jasa pelayaran yang berjumlah Rp 69.300.000,00 terdiri dari:
  • Biaya atas jasa pelayaran senilai Rp 68.295.000,00 (langsung dipungut dan disetor oleh Wajib Pajak).
  • Biaya dokumentasi dan meterai senilai Rp 1.005.000,00 (bukan merupakan objek pemotongan PPh Pasal 15).
  1. Surat No. 850/D/0114 dari PT. Meratus Line tanggal 27 Desember 2013 yang memberikan penegasan bahwa B/L fee bukan merupakan bagian dari uang tambang. B/L fee yang ditagihkan adalah sebagai pengganti biaya dokumen dan materai atas penerbitan B/L kepada customer, sehingga bukan merupakan objek pemotongan Pajak Penghasilan.
  2. Jawaban Surat Dirjen Pajak No. S-221/WPJ.11/KP.11/2010 tanggal 12 Pebruari 2010 kepada PT. Meratus Line bahwa dalam hal penghasilan diperoleh selain dari yang disebutkan diatas maka Wajib Pajak Perusahaan pelayaran wajib menyetor sendiri PPh yang terhutang ke Bank Persepsi atau Kantor Pos dan Giro selambat-lambatnya tanggal 15 bulan berikutnya.
Menurut Majelis
:
bahwa nilai sengketa yang terbukti dalam sengketa banding ini adalah sebesar Rp.1.008.333,00, (DPP menurut Terbanding sebesar Rp.69.300.000,00, sedangkan menurut Pemohon Banding sebesar Rp.68.291.667,00), dengan pokok sengketa adalah Koreksi Positif Dasar Pengenaan Pajak sebesar Rp.1.008.333,00, dengan perincian sebagai berikut:
Tabel Nilai Sengketa atas Dasar Pengenaan Pajak sampai dengan Surat Banding
No.
Jenis Sengketa Dasar Pengenaan Pajak
Nilai Sengketa
1.
Koreksi Positif Objek PPh Pasal 15 Final atas Jasa Pelayaran (yang disetorkan sendiri)
Rp 1.008.333,00
Jumlah
Rp 2.008.333,00
bahwa Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) PPh Pasal 15 Nomor: 00011/241/08/711/12 tanggal 02 Januari 2012 Masa Pajak November 2008, yang diterbitkan berdasarkan Laporan Pemeriksaan Pajak oleh Unit Pemeriksa KPP Pratama Palangkaraya Nomor LAP-119/WPJ.29/KP.0305/2011 tanggal 21 Desember 2011 dengan perhitungan sebagai berikut:
No.
Uraian
Jumlah (Rp)
Koreksi
Wajib Pajak
Pemeriksa
1
Penghasilan Kena Pajak/ Dasar Pengenaan Pajak
68.291.667
69.300.000
1.008.333
2
PPh Pasal 15 Final yang terutang
819.500
831.600
12.100
3
Kredit Pajak
– Setoran Masa
819.500
819.500
0
4
Pajak yang tidak/kurang bayar
0
12.100
12.100
5
Sanksi Administrasi:
– Bunga Pasal 13 ayat (2) UU KUP
0
5.808
5.808
6
Jumlah PPh yang masih harus dibayar
0
17.908
17.908
bahwa berdasarkan penelitian terhadap permohonan keberatan Pemohon Banding beserta data yang disampaikan dan Laporan Hasil Pemeriksaan serta Kertas Kerja Pemeriksaan, terdapat pembebanan mengenai biaya prah kapal pada SPT PPh Pasal 25 dari Pemohon Banding sebesar Rp.69.300.000,00 untuk Masa Pajak November 2008, dengan perincian sebagai berikut:
No.
Tanggal
Keterangan
Jumlah
1
2
3
4
5
6
7
8
9
03/11/2008
03/11/2008
03/11/2008
13/11/2008
13/11/2008
28/11/2008
28/11/2008
28/11/2008
28/11/2008
CN:P08-2508/1 32 SW SIR 20, Norfolk
CN:P08-2611 80 SW SIR 20, Los Angeles
CN:STU-RP/08-0324-A SW SIR 20, Norfolk
CN:STU-RP/08-0308 SW SIR 20, Kalipeda
CN:P/08-0981-A 80 SW SIR 20, Qingdao
CN:SC04/KS/L/2008/2 16 SW SIR 20, Gresik
CN:STU-RP/08-0417-C 32 SW SIR 20, Portland
CN:P08-2508/4 32 SW SIR 20, Los Angeles
CN:P08-2873 96 SW SIR 20, Los Angeles
4.150.000
10.300.000
10.300.000
10.300.000
10.300.000
3.300.000
4.150.000
4.150.000
12.350.000
Jumlah
69.300.000
bahwa berdasar penelitian Majelis terhadap Surat Banding a quo, serta Surat Bantahan a quo diketahui alasan banding Pemohon Banding pada pokoknya adalah sebagai berikut:
bahwa tidak terdapat perbedaan Dasar Pengenaan Pajak atas biaya jasa pelayaran disebabkan karena total biaya jasa pelayaran yang menurut Terbanding berjumlah Rp.69.300.000,00 terdiri dari:
  • Biaya atas Jasa Pelayaran senilai Rp.68.291.667,00 (langsung dipungut dan disetor oleh Pemohon Banding)
  • Biaya Dokumentasi dan Materai senilai Rp.1.008.333,00 (bukan merupakan objek pemotongan PPh Pasal 15).
bahwa dengan demikian tidak terdapat kekurangan pembayaran PPh Pasal 15 atas jasa pelayaranbahwa alasan koreksi Terbanding sebagaimana dalam Surat Uraian Banding a quo serta Penjelasan Tertulis Terbanding a quo apada pokoknya adalah sebagai berikut;
  • Dalam proses pemeriksaan dan keberatan, Pemohon Banding tidak dapat menunjukkan bahwa atas koreksi DPP PPh Pasal 15 Final Masa Pajak November 2008 sebesar Rp.1.008.333,00,00 adalah merupakan biaya dokumentasi dan materai sehingga tidak dapat dipisahkan antara biaya prah kapal dan biaya dokumentasi atau materai. Di samping itu, dalam Laporan Keuangan tahun2008 milik Pemohon Banding, biaya dokumentasi dan materai secara nyata dimasukkan kedalam komponen biaya jasa pelayaran/prah kapal;
  • bahwa berdasarkan Pasal 1 Keputusan Menteri Keuangan Nomor KMK-416/KMK.04/1996 tanggal 14 Juni 1996 tentang Norma Perhitungan Khusus Penghasilan Neto bagi Wajib Pajak Perusahaan Pelayaran Dalam Negeri yang menjadi dasar pengenaan pajak (DPP) PPh Pasal 15 Final adalah jumlah peredaran bruto yaitu semua imbalan atau nilai penggantian berupa uang atau nilai uang yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak perusahaan pelayaran dalam negeri dari pengangkutan orang dan/atau barang yang dimuat dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain di Indonesia ke pelabuhan luar negeri dan/atau sebaliknya sehingga koreksi DPP PPh Pasal 15 Final yang dilakukan oleh Terbanding sudah sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.
bahwa berdasar keterangan para pihak sengketa DPP PPh Pasal 15 masa November 2008 sebesar Rp.1.008.333,00 kesemuanya terkait dengan jasa pelayaran yang diberikan oleh PT Meratus Line kepada Pemohon Banding;
bahwa berdasarkan pernyataan Pemohon Banding dalam Surat Banding a quo dan Surat Bantahan a quo, Pernyataan Terbanding dalam Surat Uraian Banding serta penjelasan para pihak dalam persidangan maka Majelis meminta kepada Pemohon Banding diminta untuk menyerahkan dokumen-dokumen terkait yang dapat mendukung alasan Pemohon Banding;
bahwa atas permintaan majelis tersebut Pemohon Banding telah menyampaikan dokumen-dokumen pendukung diantaranya adalah:
  • Surat Setoran Pajak (SSP) dan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh Pasal 15;
    – Bukti Kas Keluar;
    – Invoice dari PT Meratus Line;
    – Bill Of Lading dari PT Meratus Line;
bahwa atas pemeriksaan Majelis terhadap Dokumen Invoice serta Bill of Lading yang disampaikan oleh Pemohon Banding untuk masa November 2008 diketahui hal-hal sebagai berikut:
No.
Nomor Inovice
Tanggal
Uang Tambang
(Rp.)
Dokumen dan
Materai (Rp.)
Jumlah
(Rp.)
1
INV0810-03556
17/10/2008
10.250.000
50.000
10.300.000
2
INV0810-06979
27/10/2008
4.100.000
50.000
4.150.000
3
INV0810-06190
23/10/2008
10.250.000
50.000
10.300.000
4
INV0810-09139
01/11/2008
10.250.000
50.000
10.300.000
5
INV0811-00784
04/11/2008
10.250.000
50.000
10.300.000
6
INV0811-07169
20/11/2008
3.245.000
55.000
3.300.000
7
INV0811-07848
21/11/2008
4.100.000
50.000
4.150.000
8
INV0811-07168
20/11/2008
4.100.000
50.000
4.150.000
9
INV0811-03593
11/11/2008
12.300.000
50.000
12.350.000
Jumlah
68.845.000
455.000
69.300.000
bahwa berdasar Dokumen Invoice serta Bill of Lading yang disampaikan oleh Pemohon Banding untuk masa November 2008 dapat diketahui bahwa dalam Invoice PT Meratus Line telah dirinci jumlah tagihan untuk uang tambang (ocean freight) sebesar Rp.68.845.000,00 dengan jumlah tagihan untuk pembayaran dokumen dan materai sebesar Rp.455.000,00;
bahwa berdasar penelitian Majelis terhadap dokumen invoice yang disampaikan oleh Pemohon Banding diketahui terdapat materai tempel senilai Rp. 6.000 pada tiap lembar invoice;
bahwa Keputusan Menteri Keuangan Nomor KMK-416/KMK.04/1996 tanggal 14 Juni 1996 tentang Norma Perhitungan Khusus Penghasilan Neto bagi Wajib Pajak Perusahaan Pelayaran Dalam Negeri pada pokoknya menyatakan:
Pasal 1
“Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan peredaran bruto adalah semua imbalan atau nilai pengganti berupa uang atau nilai uang yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak perusahaan pelayaran dalam negeri dari pengangkutan orang dan/atau barang yang dimuat dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain di Indonesia ke pelabuhan luar negeri dan/atau sebaliknya.”;
Pasal 2
  1. Penghasilan neto bagi Wajib Pajak perusahaan pelayaran dalam negeri ditetapkan sebesar 4% (empat Persen) dari peredaran bruto sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1;
  2. Besarnya Pajak Penghasilan atas penghasilan dari pengangkutan orang dan/atau barang bagi Wajib Pajak perusahaan pelayaran dalam negeri adalah sebesar 1,2% (satu koma dua persen) dari peredaran bruto sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, dan bersifat final.
Pasal 3
Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan Keputusan ini ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak.
bahwa Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE – 29/PJ.4/1996 Tentang PPh Terhadap Wajib Pajak Perusahaan Pelayaran Dalam Negeri (Seri PPh Umum No. 35) menyatakan hal-hal yang pada pokoknya adalah sebagai berikut;
Angka 2
Wajib Pajak Perusahaan Pelayaran Dalam Negeri adalah orang yang bertempat tinggal atau badan yang didirikan dan berkedudukan di Indonesia yang melakukan usaha pelayaran dengan kapal yang didaftarkan baik di Indonesia maupun di luar negeri atau dengan kapal pihak lain.
Angka 3
Sesuai dengan ketentuan Pasal 4 ayat (1) Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1994, Wajib Pajak perusahaan pelayaran dalam negeri dikenakan Pajak Penghasilan atas seluruh penghasilan yang diterima atau diperolehnya baik dari Indonesia maupun dari luar Indonesia. Oleh karena itu penghasilan yang menjadi Objek pengenaan PPh meliputi penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak dari pengangkutan orang dan/atau barang, termasuk penghasilan penyewaan kapal yang dilakukan dari:– pelabuhan di Indonesia ke pelabuhan lainnya di Indonesia;– pelabuhan di Indonesia ke pelabuhan di luar Indonesia;– pelabuhan di luar Indonesia ke pelabuhan di Indonesia; dan– pelabuhan di luar Indonesia ke pelabuhan lainnya di luar Indonesia.
Angka 4
Sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 416/KMK.04/1996, Norma penghitungan khusus penghasilan netto adalah 4% (empat persen) dari peredaran bruto. Besarnya PPh yang terutang adalah 1,2% (satu koma dua persen) dari peredaran bruto dan bersifat final.
Angka 5
Peredaran bruto sebagaimana dimaksud pada butir 4 adalah semua imbalan atau nilai pengganti berupa uang atau nilai uang yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak sebagaimana dimaksud pada butir 3 di atas.
Angka 8
Dalam hal Wajib Pajak juga menerima atau memperoleh penghasilan lainnya selain penghasilan sebagaimana dimaksud pada butir 3 di atas, maka atas penghasilan lainnya dikenakan PPh berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku;
Angka 9
Oleh karena atas penghasilan dari pengangkutan orang dan/atau barang, termasuk penghasilan penyewaan kapal telah dikenakan PPh yang bersifat final, maka :
a. dalam pembukuan Wajib Pajak, wajib dipisahkan penghasilan dan biaya yang berkenaan dengan pengangkutan orang dan/atau barang termasuk penghasilan penyewaan kapal penghasilan dan biaya lainnya. Sesuai dengan ketentuan Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1994, biaya yang berkenaan dengan pengangkutan orang dan/atau barang termasuk penghasilan penyewaan kapal tidak boleh dikurangkan dalam melakukan penghitungan penghasilan kena pajak;
b. Mulai tahun pajak 1996 atas pembelian kapal dari luar negeri tidak dikenakan PPh Pasal 22 Impor.Untuk pelaksanaan pembebasan PPh Pasal 22 Impor Wajib Pajak dapat langsung menghubungi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tanpa SKB.
bahwa berdasar dokumen-dokumen yang telah disampaikan oleh Pemohon Banding serta Peraturan-peraturan Terkait a quo maka Majelis berpendapat sebagai berikut;
  1. bahwa dalam Invoice PT Meratus Line telah dirinci jumlah tagihan untuk uang tambang (ocean freight) dengan jumlah total Rp.68.845.000,00 dan tagihan untuk pembayaran dokumen dan materai dengan jumlah total Rp.455.000,00;
  2. bahwa meskipun pembayaran dokumen dan materai kepada PT Meratus Line sejumlah Rp.455.000,00 merupakan penghasilan bagi PT. Meratus Line namun menurut Majelis tidak termasuk penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak perusahaan pelayaran dalam negeri (PT Meratus Line) dari pengangkutan orang dan/atau barang sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Pasal 1 Keputusan Menteri Keuangan Nomor KMK-416/KMK.04/1996 a quo;
  3. bahwa dalam angka ke-8 dan ke-9 Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE – 29/PJ.4/1996 a quo telah dijelaskan aturan terkait Wajib Pajak (Perusahaan Pelayaran) yang juga menerima atau memperoleh penghasilan lainnya selain penghasilan dari kegiatan jasa pelayaran;
  4. bahwa dalam Surat Banding a quo, Surat Bantahan a quo, maupun dalam Penjelasan Tertulis a quo, Pemohon Banding menyatakan besarnya Biaya atas Jasa Pelayaran dari PT. Meratus Line yang langsung dipungut dan disetor oleh Pemohon Banding adalah senilai Rp.68.291.667,00;
  5. bahwa namun berdasarkan tabel data Invoice serta Bill of Lading untuk masa November 2008 a quo diketahui besarnya Biaya atas Jasa Pelayaran yang dibayarkan oleh Pemohon Banding kepada PT Meratus Line adalah sebesar Rp.68.845.000,00;-
  6. bahwa dengan demikian diketahui Pemohon Banding masih belum memungut dan menyetor PPh Pasal 15 atas pembayaran Biaya Jasa Pelayaran kepada PT Meratus Line sebesar Rp.533.333,00 (Rp. 68.845.000,00 – Rp.68.291.667,00);
bahwa atas hal tersebut Majelis berpendapat untuk tidak mempertahankan atas koreksi Terbanding terhadap DPP PPh Pasal 15 sebesar Rp.455.000,00 yang berasal dari biaya pembayaran dokumen;
bahwa sedangkan atas pembayaran Biaya Jasa Pelayaran kepada PT Meratus Line sebesar Rp.533.333,00 yang belum dipungut dan disetor PPh Pasal 15-nya oleh Pemohon Banding, Majelis berpendapat untuk mempertahankan koreksi Terbanding;
MENIMBANG
bahwa dalam sengketa banding ini tidak terdapat sengketa mengenai Kompensasi Kerugian;
bahwa dalam sengketa banding ini tidak terdapat sengketa mengenai Tarif Pajak;
bahwa dalam sengketa banding ini tidak terdapat sengketa mengenai Kredit Pajak;
bahwa dalam sengketa banding ini tidak terdapat sengketa mengenai Sanksi Administrasi, kecuali bahwa besarnya sanksi administrasi tergantung pada penyelesaian sengketa lainnya;
bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan atas fakta-fakta, bukti-bukti, penjelasan Pemohon Banding dan Terbanding yang terungkap dalam persidangan, penelitian terhadap berkas banding tersebut di atas, Majelis berpendapat untuk;
Uraian Koreksi
Jumlah Koreksi
(Rp)
Dipertahankan
(Rp)
Tidak Dipertahankan
(Rp)
Koreksi DPP PPh Pasal 15 yang berasal dari biaya dokumentasi
1.008.333,00
533.333,00
455.000,00
bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan atas fakta-fakta, bukti-bukti, penjelasan Pemohon Banding dan Terbanding yang terungkap dalam persidangan, penelitian terhadap berkas banding tersebut di atas, maka Majelis berkesimpulan untuk mengabulkan seluruhnya banding Pemohon Banding sehingga besarnya Pajak Penghasilan Pasal 15 Final Masa Pajak November 2008 yang terutang dihitung kembali sebagaimana perhitungan sebagai berikut:
No.
URAIAN
JUMLAH (Rp.)
1
Penghasilan Kena Pajak/ Dasar Pengenaan Pajak
Menurut Pemohon Banding
68.291.667
Koreksi Terbanding
1.008.333
Menurut Terbanding
69.300.000
Koreksi yang tidak dipertahankan
455.000
Menurut Majelis
68.845.000
2
PPh Pasal 15 Final yang terutang
826.140
3
Kredit Pajak
– Setoran Masa
819.500
4
Pajak yang tidak/kurang bayar
6.640
5
Sanksi Administrasi:
– Bunga Pasal 13 ayat (2) UU KUP
3.187
6
Jumlah PPh yang masih harus dibayar
9.827
MENGINGAT
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, dan ketentuan perundang-undangan lainnya serta peraturan hukum yang berlaku dan yang berkaitan dengan perkara ini;
MEMUTUSKAN
Menyatakan mengabulkan sebagian banding Pemohon Banding terhadap Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor: KEP-113/WPJ.29/2013 tanggal 25 Februari 2013 sebagaimana telah dibetulkan dengan Keputusan Terbanding Nomor: KEP-1040/WPJ.29/2013 tanggal 09 Juli 2013 tentang Keberatan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Penghasilan Pasal 15 Final Masa Pajak November 2008 Nomor: 00011/241/08/711/12 tanggal 02 Januari 2012, atas nama: PT XXX, sehingga besarnya Pajak Penghasilan Pasal 15 Final Masa Pajak November 2008 yang terutang dihitung kembali sebagaimana perhitungan sebagai berikut:
No.
URAIAN
JUMLAH (Rp.)
1
Penghasilan Kena Pajak/ Dasar Pengenaan Pajak
68.845.000
2
PPh Pasal 15 Final yang terutang
826.140
3
Kredit Pajak
– Setoran Masa
819.500
4
Pajak yang tidak/kurang bayar
6.640
5
Sanksi Administrasi:
– Bunga Pasal 13 ayat (2) UU KUP
3.187
6
Jumlah PPh yang masih harus dibayar
9.827
Demikian diputus di Jakarta pada hari Senin tanggal 24 Februari 2014 berdasarkan musyawarah Majelis XI A Pengadilan Pajak, dengan susunan Majelis dan Panitera Pengganti sebagai berikut:
Idawati sebagai Hakim Ketua,
Arif Subekti sebagai Hakim Anggota,
Djoko Sutrisno sebagai Hakim Anggota,
Arief Kurniadi sebagai Panitera Pengganti.
Dan Putusan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua pada hari Senin tanggal 30 Juni 2014, dengan dihadiri oleh Para Hakim Anggota dan Panitera Pengganti, serta tidak dihadiri oleh Terbanding maupun oleh Pemohon Banding.

Tinggalkan komentar

Hubungi Kami :

Jika ada pertanyaan tentang pajak , silahkan :

Email ke :

info@indonesiantax.com

Whatsapp : 0852 8009 6200