Keputusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-52762/PP/M.XVIIB/19/2014
Tinggalkan komentar16 Januari 2018 oleh anggi pratiwi
Keputusan Pengadilan Pajak
RISALAH
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-52762/PP/M.XVIIB/19/2014
Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put-52762/PP/M.XVIIB/19/2014
JENIS PAJAK
Bea Masuk
Bea Masuk
TAHUN PAJAK
2013
2013
POKOK SENGKETA
bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah pengajuan banding terhadap pembebanan bea masuk karena berdasarkan penelitian terhadap Form E dimana kedapatan Origin Criteria WO tidak memenuhi kaidah sebagaimana disebutkan dalam Rule 3 of The ROO for The ACFTA atas importasi Lutensol XP 80, jumlah barang 80 DR, negara asal China dalam PIB Nomor: 132845 tanggal 8 April 2013, dan ditetapkan dalam Keputusan Terbanding Nomor: KEP-3485/KPU.01/2013 tanggal 13 Juni 2013 dengan Pos Tarif 3402.13.1000 BM 5% (MFN);
|
Menurut Terbanding
|
:
|
bahwa berdasarkan uraian di atas dikarenakan tidak memenuhi kriteria Product Specific Rules, maka atas importasi tersebut tidak dapat diberikan tarif preferensi dalam rangka ACFTA;
|
|
Menurut Pemohon
|
:
|
bahwa di dalam keberatan, Pemohon Banding telah menyampaikan dokumen- dokumen pendukung yang membuktikan bahwa Lutensol XP 80 sudah memenuhi persyaratan yang harus dilampirkan untuk mendapat fasilitas preferensi tarif antara lain dengan melampirkan PIB dan lampirannya;
|
|
Menurut Majelis
|
:
|
bahwa Terbanding menyatakan alasan penolakan keberatan Pemohon Banding karena berdasarkan penelitian Terbanding terhadap Form E Nomor: E133201Z50250024 tanggal 28 Maret 2013 disimpulkan bahwa Origin Criteria yang dipersyaratkan pada Product Specific Rule tidak sesuai dengan Agreement (Annex 3) sehingga atas importasi tersebut tidak dapat diberikan tarif preferensi dalam rangka ACFTA;
bahwa Pemohon Banding tidak setuju atas pembebanan yang dilakukan Terbanding karena menurut Pemohon Banding dalam PIB pada kolom 19 dicantumkan penggunaan prefensi tarif importansi Asean-China dan di dalam keberatan, Pemohon Banding telah menyampaikan dokumen-dokumen pendukung yang membuktikan bahwa Lutensol XP 80 sudah memenuhi persyaratan yang harus dilampirkan untuk mendapat fasilitas preferensi tarif antara lain dengan melampirkan PIB dan lampirannya;
bahwa Majelis melakukan pemeriksaan berdasarkan bukti-bukti dan data yang ada dalam berkas banding dan keterangan yang disampaikan oleh Terbanding maupun Pemohon Banding dalam persidangan;
bahwa ketentuan dasar mengenai AC-FTA adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor: 117/PMK.011/2012 tanggal 10 Juli 2012 junto Keputusan Presiden RI Nomor 48 Tahun 2004 tanggal 15 Juni 2004 tentang Pengesahan Framework Agreement on Comprehensive EconomicCooperation between The Association of South East Asian Nations and The People’s Republic of China (Persetujuan Kerangka Kerja Mengenai Kerjasama Ekonomi Menyeluruh Antara Negara-Negara Anggota Asosiasi Bangsa-bangsa Asia Tenggara dan Republik Rakyat China) (lembaran negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 50).
bahwa berdasarkan Keputusan Presiden Nomor: 48 Tahun 2004 tentang pengesahan Framework Agreement On Comprehensive Economic Co- Operations between The Association Of South Asian Nations and The People’s Republic Of China (persetujuan kerangka kerja mengenai kerjasama ekonomi menyeluruh antara negara-negara anggota Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara dan Republik Rakyat China) (lembaran negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 50) dalam melaksanakan kerjasama AC-FTA dimaksud disepakati untuk menggunakan Rule Of Origin (ROO) Form E atau Surat Keterangan Asal Barang Form E, yang diatur secara rinci dalam Operational Certification Procedures (OCP) for the Rules of Origin of the Asean-China Free Trade Area.
bahwa PMK Nomor: 117/PMK.011/2012 tanggal 10 Juli 2012 tentang Penetapan Tarif Bea Masuk dalam Rangka AC-FTA yang mulai berlaku pada tanggal 10 Juli 2012, merupakan pelaksanaan dari Pasal 13 ayat (1) Undang- Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 menyebutkan bea masuk dapat dikenakan berdasarkan tarif yang besarnya berbeda dengan yang dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) terhadap:
bahwa sesuai Pasal 13 ayat (2) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 menyebutkan tata cara pengenaan dan besarnya tarif bea masuk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan menteri.
bahwa ROO/OCP AC-FTA merupakan perjanjian persetujuan negara-negara anggota asosiasi bangsa-bangsa Asia Tenggara dan Republik Rakyat China, perjanjian tersebut merupakan perjanjian antar negara-negara dalam rangka kerjasama ekonomi secara menyeluruh yang antara lain mengatur tentang barang ekspor dari China yang diimpor oleh negara-negara ASEAN atau sebaliknya dan dari perjanjian tersebut disepakati bahwa dokumen resmi yang digunakan untuk memperoleh perlakuan tarif preferensi adalah SKA Form E yang dikeluarkan oleh pejabat berwenang.
bahwa berdasarkan penjelasan tersebut, negara-negara ASEAN dan China wajib mematuhi segala ketentuan dan persyaratan dalam menerbitkan/mengeluarkan SKA (form E) yang diatur dalam ROO/OCP AC- FTA, sehingga walaupun SKA (form E) telah ditandatangani dan diterbitkan oleh pejabat berwenang di negara pengekspor, namun dalam hal ketentuan dan persyaratan dalam penerbitannya tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam ROO/OCP AC-FTA maka SKA (form E) tersebut tidak dapat dipergunakan untuk memperoleh perlakuan tarif preferensi.
bahwa berdasarkan Lampiran Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2011 tentang Pengesahan Second Protocol To Amend the Agreement On Trade In Goods of The Framework Agreement On Comprehensive Economic Co-Operation Between The Association Of South East Asian Nation And The Peoples Republic Of China (Protokol Kedua Untuk Mengubah Persetujuan Perdagangan Barang Dalam Persetujuan Kerangka Kerja Mengenai Kerjasama Ekonomi Menyeluruh Antara Negara- Negara Anggota Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara Dan Republic Rakyat China), yaitu pada Annex 3 “Rules Of Origin For The The Asean- China Free Trade Area”, dinyatakan:
Rule 2: Origin Criteria For the purposes of this Agreement, products imported by a Party shall be deemed to be originating and eligible for preferential concessions if they conform to the origin requirements under any one of the following:Products which are wholly obtained or produced as set out and defined inRule 3, or
Products not wholly produced or obtained provided that the said products are eligible under Rule 4, Rule 5 or Rule 6.
bahwa pada Rule 3, disebutkan, sebagaimana kutipan berikut: Rule 3: Wholly Obtained Products Within the meaning of Rule 2 (a), the following shall be considered as wholly produced or obtained in a Party:
a. Plant and plant products harvested, picked or gathered there, b. Live animals born a nd raised there, c. Product obtained from live animals referred to in paragraph (b) above, d. Products obtained from hunting, trapping, fishing, aquaculture, gathering or capturing conducted there, e. Minerals and other naturally occurring substances, not included in paragraphs (a) to (d), extracted or taken from its soil, waters, seabed or beneath their seabed, f. Products taken from the waters, seabed or beneath the seabed outside the territorial wa’ers of that Party, provided that that Party has the rights to exploit such waters, seabed and beneath the seabed in accordance with international law, g. Products of sea fishing and other marine products taken from the high seas by vessels registered with a Party or entitled to fly the flag of that Party, h. Products processed and/or made on board factory ships registered with a Party or entitled, i. to fly the flag of that Party, exclusively from products referred to in paragraph (g) above, j. Articles collected there which can no longer perform their original purpose nor are capable of being restored or repaired and are fit only for disposal or recovery of parts of raw materials, or for recycling purpose, andk. Goods obtained or produced in a Party solely from products referred to in paragraphs (a), to (i). bahwa atas permasalahan keabsahan Form E dimaksud, Terbanding menyatakan telah melakukan konfirmasi kepada pihak penerbit Form E yaitu Jiangsu Entry-Exit Inspection And Quarantine Bereau Of The People’s Republic Of China dengan mengirimkan Surat Nomor: S-1616/KPU.01/2013 tanggal 23 April 2013 namun sampai dengan diterbitkan keputusan, Terbanding belum mendapat jawaban konfirmasi mengenai keabsahan penerbitan Form E dimaksud.
bahwa di dalam persidangan, Majelis telah meminta kepada Terbanding untuk menyampaikan jawaban konfirmasi dari pihak penerbit Form E yaitu Jiangsu Entry-Exit Inspection and Quarantine Bureau of The People’s Republic of China.
bahwa memenuhi permintaan Majelis, di dalam persidangan Terbanding menyatakan telah menerima jawaban konfirmasi dari pihak penerbit Form E dan menyerahkan jawaban konfirmasi tersebut yaitu Surat Nomor: NJB13013/JS13127 tanggal 4 Juni 2013 dari Jiangsu Entry-Exit Inspection and Quarantine Bureau of The People’s Republic of China yang pada pokoknya menyatakan bahwa Form E Nomor: E133201Z50250024 tanggal 28Maret 2013 diterbitkan oleh Jiangsu Entry-Exit Inspection and Quarantine Bureau dan barang-barang yang tercantum dalam Form E dibuat di pabrik di Nanjing provinsi Jiangsu, China (we confirm that the Certificate wasissued by our bureau with the particulars contained being authentic and accurate; … The goodscovered by the certificate were manufactured in the factory in Nanjing city of Jiangsu province, China).
bahwa berdasarkan hal-hal tersebut, Majelis berpendapat bahwa SKA (Form E) Nomor: E133201Z50250024 tanggal 28 Maret 2013, terbukti diterbitkan oleh negara pengekspor China yaitu Jiangsu Entry-Exit Inspection and Quarantine Bureau dan produk-produk tersebut berasal dari Nanjing, provinsi Jiangsu, China.
bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, Majelis berkesimpulan bahwa importasi Pemohon Banding yang diberitahukan dalam PIB Nomor: 132845 tanggal 8 April 2013 berupa Lutensol XP 80, jumlah barang 80 drum, Negara Asal China, dengan menggunakan Form E Nomor: E133201Z50250024 tanggal 28 Maret 2013 telah memenuhi persyaratan impor dalam skema AC-FTA.
bahwa kesimpulan pemeriksaan tersebut Majelis berpendapat untuk mengabulkan seluruhnya banding Pemohon Banding dan menetapkan pembebanan bea masuk atas importasi barang yang diberitahukan dalam PIB Nomor: 132845 tanggal 8 April 2013 berupa Lutensol XP 80, jumlah barang 80 drum, Negara Asal China, pada pos tarif 3402.13.10.00 dengan pembebanan BM 0% (AC-FTA).
|
MENIMBANG
Surat Permohonan Banding, Surat Uraian Banding Terbanding, serta bukti- bukti yang ada dalam berkas banding, hasil pemeriksaan dan pembuktian dalam persidangan.
Surat Permohonan Banding, Surat Uraian Banding Terbanding, serta bukti- bukti yang ada dalam berkas banding, hasil pemeriksaan dan pembuktian dalam persidangan.
MENGINGAT
1. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak.
2. Undang-Undang Nomor: 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor: 17 Tahun 2006.
1. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak.
2. Undang-Undang Nomor: 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor: 17 Tahun 2006.
MEMUTUSKAN
Menyatakan mengabulkan seluruhnya Pemohon Banding terhadap Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: KEP-3485/KPU.01/2013 tanggal 13 Juni 2013 tentang Penetapan atas Keberatan terhadap Penetapan Yang Dilakukan Oleh Pejabat Bea dan Cukai dalam SPTNP Nomor: SPTNP-005894/NOTUL/KPU-TP/BD.02/2013 tanggal 17 April 2013, sehingga importasi Pemohon Banding yang diberitahukan dalam PIB Nomor: 132845 tanggal 8 April 2013 berupa Lutensol XP 80, jumlah barang 80 drum, Negara Asal China, dengan menggunakan Form E Nomor: E133201Z50250024 tanggal 28 Maret 2013 telah memenuhi persyaratan impor dalam skema AC- FTA, pos tarif 3402.13.10.00 dengan pembebanan BM 0% (AC-FTA).
Menyatakan mengabulkan seluruhnya Pemohon Banding terhadap Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: KEP-3485/KPU.01/2013 tanggal 13 Juni 2013 tentang Penetapan atas Keberatan terhadap Penetapan Yang Dilakukan Oleh Pejabat Bea dan Cukai dalam SPTNP Nomor: SPTNP-005894/NOTUL/KPU-TP/BD.02/2013 tanggal 17 April 2013, sehingga importasi Pemohon Banding yang diberitahukan dalam PIB Nomor: 132845 tanggal 8 April 2013 berupa Lutensol XP 80, jumlah barang 80 drum, Negara Asal China, dengan menggunakan Form E Nomor: E133201Z50250024 tanggal 28 Maret 2013 telah memenuhi persyaratan impor dalam skema AC- FTA, pos tarif 3402.13.10.00 dengan pembebanan BM 0% (AC-FTA).
Demikian diputus di Jakarta berdasarkan musyawarah Majelis XVII Pengadilan Pajak setelah sidang terakhir pada hari Senin tanggal 21 April 2014 dengan susunan Majelis Hakim dan Panitera Pengganti sebagai berikut:
Drs. Sumardjana, M.M. sebagai Hakim Ketua,
Drs. Surendro Suprijadi, M.M sebagai Hakim Anggota,
Bambang Sriwijatno, S.H., M.M. sebagai Hakim Anggota,
Rika Ayuni sebagai Panitera Pengganti,
Drs. Sumardjana, M.M. sebagai Hakim Ketua,
Drs. Surendro Suprijadi, M.M sebagai Hakim Anggota,
Bambang Sriwijatno, S.H., M.M. sebagai Hakim Anggota,
Rika Ayuni sebagai Panitera Pengganti,
dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari Senin tanggal 26 Mei 2014 yang dihadiri oleh para Hakim Anggota dan Panitera Pengganti tetapi tidak dihadiri oleh Pemohon Banding maupun oleh Terbanding.
