Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.10383/PP/M.V/15/2007

0 comments

Posted on 10th August 2011 by admin in Kasus PPh Badan

, , , , , , ,

Contoh Kasus Pengadilan Pajak

Pemohon Banding :      PT. ABC Indonesia

Jenis Pajak :      Pajak Penghasilan  Badan Final

Tahun Pajak :      2003

Pokok Sengketa :

Koreksi   penghasilan   neto   Pajak   Penghasilan  Badan   Final Tahun Pajak 2003 sebesar Rp.884.174.407,00, yang tidak disetujui oleh Pemohon  Banding;

Menurut Pihak Terbanding Pengadilan Pajak :

bahwa berdasarkan  penelitian  terhadap  Laporan  Pemeriksaan  Pajak Nomor  :  LAP-635/WPJ.07/RP.0101.3/2004  tanggal  14  Desember 2004 diketahui terdapat koreksi Dasar Pengenaan Pajak Pajak Penghasilan  Final  sebesar  Rp.884.174.407,00  yang  diperoleh  dari Lokal Value Added (LVA) atas keuntungan selisih kurs sebesar Rp.12.631.062.957;

bahwa  obyek  Pajak  Penghasilan   Final  adalah  penghasilan   yang diperoleh   dari  jasa  maklon  sesuai  Keputusan   Menteri  Keuangan Nomor  : 543/KMK.03/2002 tanggal  31 Desember  2002  ditetapkan Dasar  Pengenaan  Pajak  obyek  Pajak  Penghasilan  Final  adalah  7% dari  biaya   yang   dikeluarkan   tidak   termasuk   bahan   baku   atau diistilahkan  Lokal Value Added;

bahwa berdasarkan penelitian terhadap kegiatan usaha Pemohon Banding, diketahui  Pemohon Banding mempunyai  dua divisi, yakni : ABC  Tooling  Indonesia  yang  memproduksi  mould  & dies  (cetakan boneka/mainan)   perlakuan   pajaknya   mengacu   pada   ketentuan umum Undang-undang Pajak Penghasilan  Badan non Final dan ABC Indonesia   yang   memproduksi   boneka   DEF   perlakuan   pajaknya diatur              melalui      Keputusan      Menteri      Keuangan     Nomor      : 543/KMK.03/2002 tanggal  31 Desember  2002 – Pajak  Penghasilan Badan Final;

bahwa   berdasarkan    penelitian   Kertas   Kerja   Pemeriksaan    dan Laporan  Pemeriksaan   Pajak  diketahui  koreksi  keuntungan   selisih kurs  berasal  dari audit  adjustment  KAP yang  menurut  Terbanding merupakan  penghasilan  non final;

bahwa atas audit adjustment  (2002 Reversal)  berdasarkan  laporan audit  lampiran  3  Schedule  diketahui  untuk  Tahun  2003  terdapat realisasi   laba  selisih   kurs  dari  lindung   nilai  yang  berasal   dari adjustment  Tahun 2002;

bahwa terkait dengan laba selisih kurs yang berasal dari adjustment auditor   Tahun   2002   (2002   Reversal)    yang   oleh   Terbanding dimasukkan  sebagai penghasialn  non final, Terbanding  berpendapat bahwa  keuntungan  selsih  kurs  seharusnya  dikenakan  penghasilan non final;

bahwa keuntungan  selisih kurs yang berasal dari adjustment  Tahun 2002  (untrealized)  tidak  diketahui  pasti  apakah  pencatatan  selisih kurs  Pemohon  Banding  di  tahun  2002  dilakukan  secara  terpisah antara ABC Indonesia dengan ABC Tooling Indonesia mengingat perlakuan  penghasilan   final  berlaku  sejak  1  Januari  2003  sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 543/KMK.03/2002 tanggal 31 Desember 2002;

bahwa  atas  keuntungan  selisih  kurs  yang  merupakan  adjustment auditor   (2003   revaluation),    Terbanding    tidak   dapat   meyakini sanggahan   Pemohon   Banding  mengingat   detil  perhitungan   serta bukti pendukung  terkait tidak diberikan oleh Pemohon Banding;

bahwa berdasarkan penelitian terhadap laporan audit tidak dapat diketahui  bahwa keuntungan  selisih kurs tersebut  berasal  dari ABC Indonesia  bukan ABC Tooling  Indonesia  (perlakuan  pajak Pemohon Banding    =   Pajak   Penghasilan    Final   sedangkan    ABC   Tooling Indonesia = Pajak Penghasilan  non Final);

Menurut Pihak Pemohon Banding Atas Pengadilan Pajak :

bahwa   Pemohon   Banding   adalah   perusahaan   yang  bergerak   di bidang  industri  pembuatan  mainan  anak yaitu boneka  DEF beserta perlengkapannya, yang dilakukan melalui system contract manufacturing (jasa  maklon)  dengan  pihak  ABC  Europa  BV  yang berdomisili  di Belanda;

bahwa  spesifikasi  dan  desain  mainan  anak-anak   ditetapkan   oleh ABC Europa BV, sebagai pemesan mainan anak-anak;

bahwa sesuai dengan perjanjian maklon (contract manufacturing agreement),   ABC  Europa   BV  merupakan   pemilik   prinsipal   dari bahan, komponen,  maupun  produk mainan anak-anak  tersebut dan Pemohon  Banding  dalam  hal  ini  hanya  memberikan  jasa  maklon, seluruh biaya yang berkaitan dengan proses produksi, biaya langsung/tidak langsung  menjadi  tanggung  jawab  ABC  Europa  BV dan seluruh  transaksi-transaksi Pemohon  Banding  untuk  keperluan pembuatan   mainan   anak-anak   akan   ditagihkan   oleh   Pemohon Banding kepada ABC Europa BV;

bahwa sebagai kompensasi, Pemohon Banding berhak menagih manufacturing fee sebesar  5% dari total Biaya Pabrikasi  Langsung dan Tidak Langsung, termasuk biaya umum dan administrasi sehubungan  kegiatan jasa maklon international;

bahwa   Pemohon   Banding   memiliki   dua   unit   usaha   yaitu   ABC Indonesia  yang melakukan  perakitan  boneka  DEF dan ABC Tooling Indonesia  yang memproduksi  cetakan  untuk memproduksi  mainan, atas hal tersebut  Pemohon  Banding  melakukan  pembukuan  secara terpisah;

bahwa  jurnal  penyesuaian   audit  keuangan   yang  dilakukan   oleh Kantor  Akuntan  Publik merupakan  selisih  kurs yang dihasilkan  dari instrument  derivative  yang  ditujukan  dan  dikualifikasikan sebagai lindung nilai atas arus kas;

bahwa   aktivitas   lindung   nilai   tersebut   berkaitan   erat   dengan kegiatan  operasional  contract  manufacturing Pemohon  Banding  dan telah sesuai dengan PSAK Nomor 55;

bahwa  apabila  efek  perubahan  selisih  kurs  tersebut  berupa  laba selisih  kurs,  maka  secara  otomatis  laba selisih  kurs tersebut  akan mengurangi   nilai  manufacturing  fee  yang  akan  ditagihkan   oleh Pemohon  Banding  kepada  ABC  Europa  BV,  dengan  demikian  laba atau rugi selisih  kurs yang berkaitan  dengan  aktivitas  lindung  nilai tersebut  akan mempengaruhi jumlah biaya komersial  langsung  dan tidak langsung dari kegiatan pabrikasi yang dilakukan oleh Pemohon Banding dalam rangka contract manufacturing tersebut;

Menurut Majelis Pengadilan Pajak :

bahwa  Majelis  dalam  persidangan   memberi   kesempatan   kepada Pemohon  Banding  dan  Terbanding   untuk  melakukan   pencocokan data;

bahwa  dari  hasil  pencocokan  data  tersebut  dapat  diperoleh  hasil sebagai berikut :

bahwa   berdasarkan    penelitian   Terbanding    atas   skema/matriks transaksi  Pemohon  Banding  berikut  divisi-divisinya serta  dokumen yang    menunjukkan    pemisahan    pembukuan,    pencatatan    dan transaksi antara divisi ABC Indonesia dan ABC Tooling Indonesia, diketahui  Dasar  Pengenaan  Pajak  Pajak  Penghasilan   Badan  Final terkait   dengan   koreksi   keuntungan   selisih   kurs   atas   hedging, sehingga  Terbanding  tetap  berkesimpulan keuntungan  selisih  kurs atas  hedging  dikenakan   Pajak  Penghasilan   non  final,  sedangkan menurut Pemohon Banding merupakan tambahan kemampuan ekonomis;

bahwa Majelis telah melakukan pemeriksaan terhadap Laporan Pemeriksaan  Pajak beseta Kertas Kerja Pemeriksaan,  SPT Tahunan Pajak  Penghasilan  Badan  Tahun  Pajak  2003,  laporan  Keuangan  31 Desember   2002   dan   2003,   Contract   Manufacturing  Agreement beserta  rincian  Cost  Manufacturing dan ketentuan-ketentuan yang terkait;

bahwa  berdasarkan  pemeriksaan  Majelis  terhadap  aktivitas  lindung nilai  yang  menghasilkan  selisih  kurs  sehubungan  dengan  kegiatan usaha Pemohon Banding, Majelis berkesimpulan laba atau rugi yang berkaitan dengan aktivitas lindung nilai/hedging termasuk dalam pengertian laba atau rugi selisih kurs;

bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis terhadap Contract Manufacturing Agreement  beserta rincian Cost Manufacturing, diketahui biaya-biaya ditagihkan kepada ABC BV mencakup biaya langsung   dan   tidak   langsung   yang   dikeluarkan   dalam   rangka kegiatan  jasa  maklon  Pemohon  Banding  kepada  ABC  BV (reimbursment) dan  selisih  kurs  juga  termasuk  dalam  pengertian biaya-biaya  yang ditagihkan oleh Pemohon Banding;

bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan Majelis terhadap Laporan Keuangan  dan  rincian  Cost  Manufacturing  Tahun  2003,  diketahui total  biaya  langsung  dan  tidak  langsung  sebagai  dasar manufacturing fee yang didalamnya  telah dikurangi  dengan keuntungan  selisih  kurs  dan  net manufacturing fee (jasa  maklon) yang diperoleh oleh Pemohon Banding sesuai SPT Tahunan Pajak Penghasilan  Badan  Tahun  Pajak  2003,  bahwa  hal  tersebut  sesuai dengan    Surat   Edaran    Direktur    Jenderal    Pajak   Nomor   : S-180/PJ.312/1998 tanggal 8 Oktober 1998;

bahwa Majelis  berkesimpulan keuntungan  selisih kurs atas hedging bukan   merupakan    obyek   Pajak   Penghasilan    final   dan   harus dikenakan  Pajak  Penghasilan  sesuai  tarif Pasal  17 Undang-undang Pajak Penghasilan;

bahwa  sesuai  dengan  ketentuan   Surat  Edaran  Direktur  Jenderal Pajak  Nomor  : SE-02/PJ.31/2003 tanggal  21 Januari  2003,  Majelis berkesimpulan Pemohon Banding sebelum melaporkan kewajiban perpajakannya  untuk   Tahun   Pajak   2003,   sehingga   seharusnya Pemohon  Banding  secara fiskal melaporkan  keuntungan  selsih kurs atas  hedging  sebagai  pendapatan  lain-lain  dan  keuntungan  selisih kurs   tidak   dikurangkan    dari   total   direct   and   indirect    cost (manufacturing cost);

bahwa selanjutnya Majelis berpendapat koreksi Terbanding atas Penghasilan  Neto Pajak Penghasilan  Badan Final Tahun Pajak 2003 sudah benar dan tetap dipertahankan;

www.pengadilanpajak.com

No comments yet.

Leave a comment